Jumat, 12 Jun 2026 15:01 WIB

Dari Mana Asal Kera Mistis di Kuburan Tulungagung ini?

  • Penulis :
  • | Kamis, 30 Agu 2018 07:45 WIB
Kera di pemakaman
Kera di pemakaman

jatimnow.com - Tidak ada satu pun sumber literasi yang menceritakan asal usul keberadaan kera abu-abu di pemakaman umum Desa Ngujang, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung.

Banyak orang yang mengkaitkan kera ini sebagai kera gaib atau jelmaan. Hal ini dikarenakan pada hari tertentu kera yang biasanya mudah ditemui di sekitar pemakaman atau jembatan mendadak raib.

Baca Juga: MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Baca juga: Wisata Kera Mistis di Kuburan

Penjaga makam, Ribut Katenan, tidak membantah kabar mengenai kera gaib tersebut. Menurutnya kera tersebut merupakan hewan yang keberadaannya dilindungi oleh kekuatan gaib.

"Jadi bukan kera jadi-jadian tapi betul-betul kera yang dilindungi oleh kekuatan gaib," ujarnya, Kamis (30/8/2018).

Terkait raibnya kera di hari tertentu, Ribut menjelaskan kera merupakan hewan yang hidup berkelompok. Jika tidak ditemukan di lokasi pemakaman atau jembatan kemungkinan mereka sedang berada di lokasi lain.

"Coba dicari di bawah jembatan atau di balik reruntuhan bangunan pasti ketemu," ungkapnya.

Baca Juga: Umat Buddha di Tulungagung Ikuti Ritual Atthami Puja di Candi Sanggrahan

Ribut menjelaskan, berdasarkan tradisi tutur lisan keberadaan kera tersebut erat hubungannya dengan penamaan Desa Ngujang.

Menurut cerita saat itu, Sunan Kalijogo sedang memberi wejangan terhadap muridnya di sekitar Sungai Brantas yang berada di sisi utara pemakaman. Kemudian terdengar suara seperti kera bersahutan.

"Ngujang itu dari kalimat Nguk Nguk atau suara kera dan Jang dari kalimat wejangan artinya suara kera saat ada wejangan," jelasnya.

Ribut menambahkan ada cerita lain berkaitan dengan kemunculan para kera. Saat Sunan Kalijogo memberi wejangan ada santri dan santriwati yang naik ke atas pohon. 
Melihat hal tersebut Sunan Kalijogo berujar "Yang lainnya mencari ilmu kalian malah naik ke atas pohon seperti kera,".

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Penjaga makam generasi ke tiga ini percaya bahwa ucapan seorang sunan atau wali sangat bertuah. "Ucapan seorang ibu saja sangat bertuah seperti di cerita Malin Kundang apalagi wali atau sunan," imbuhnya.

Reporter: Wanda R Putri
Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

BMKG sarankan warga untuk selalu membawa pelindung panas dan menjaga stamina tubuh karena suhu di Surabaya cenderung tinggi.