Rabu, 17 Jun 2026 21:02 WIB

Buntut Tarikan Sumbangan di SMP Negeri 1 Ponorogo, Kepsek Mengundurkan Diri

Imam Mujahid mengundurkan diri sebagai Kepala SMPN 1 Ponorogo. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Imam Mujahid mengundurkan diri sebagai Kepala SMPN 1 Ponorogo. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Imam Mujahid memilih untuk mengundurkan diri dari jabatan sebagai Kepala SMPN 1 Ponorogo, Rabu (4/10/2023). Pengunduran diri Imam buntut viralnya penarikan sumbangan untuk membeli mobil, alat musik dan komputer.

Imam Mujahid menyampaikan pengunduran diri pada saat tak terduga. Saat Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mengumpulkan seluruh kepala SMP Negeri se bumi reog di aula SMPN 2 Ponorogo.

Baca Juga: Lantik 128 Kepala Sekolah di Jatim, Khofifah: Bangun Sinergi dan Kolaborasi

Di tengah-tengah orang nomor satu di Bumi Reog menyampaikan pengarahan, Imam Mujahid maju.

Imam Mujahid membawa map merah. Di dalamnya ada amplop berisi surat pengunduran diri.

“Hari ini saya menjadi penyebab tercemarnya Ponorogo. Saya dengan tulus hati mengundurkan diri sebagai Kepala SMPN 1 Ponorogo,” ujar Imam Mujahid di depan kepala SMPN se-Ponorogo dan Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko.

Dia juga minta maaf karena telah membuat kegaduhan beberapa waktu belakangan, sehingga menyebabkan viral.

Baca Juga: Dindik Jatim Kaji Opsi Pembelajaran Daring Buntut Efisiensi Energi

“Saya ikhlas daripada menjadi kegaduhan. Saya mohon maaf kepada semuanya,” kata Imam Mujahid dengan suara bergetar.

Kemudian Imam Mujahid menyerahkan map berwarna merah berisi amplop surat pengunduran diri kepada Sugiri Sancoko. Surat pengunduran foto itu diterima oleh Sugiri Sancoko.

Sebelumnya, sebuah postingan viral di media sosial mengungkap penarikan sumbangan oleh salah satu SMP Negeri favorit di Ponorogo. Postingan ini diunggah oleh akun Instagram @infoponorogo dan berisi sebuah foto surat penarikan sumbangan.

Baca Juga: Ratusan Jabatan Kepsek di Jember Kosong, DPRD Desak Dispendik Lakukan Pengisian

Dalam surat tersebut, terdapat tiga poin penarikan sumbangan: Rp94.080.000 untuk pengadaan alat musik, Rp265 juta untuk peremajaan mobil sekolah jenis Innova tahun 2019, dan Rp195.500.000 untuk pengadaan 34 unit komputer.

Total jumlah yang harus ditanggung adalah Rp554.580.000, dengan pengurangan dari penjualan mobil lama sebesar Rp45.000.000, sehingga total yang harus dibayarkan oleh 288 siswa adalah Rp509.580.000, atau sekitar Rp1.769.375 per siswa.

 

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.