Sabtu, 20 Jun 2026 20:18 WIB

3 Tahun Ambruk, Gedung Kelas SDN Binoh 3 Bangkalan Tak Dapat Bantuan

Bangunan sekolah yang rusak. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)
Bangunan sekolah yang rusak. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ruang kelas 5 di SDN Binoh 3 Kecamatan Burneh ambruk. Kondisi tersebut terjadi sejak tiga tahun lalu dan hingga kini belum mendapatkan perbaikan dari pemerintah setempat.

Salah satu guru SDN Binoh 3, Zainal Ahmad mengungkapkan, kerusakan ruang kelas terjadi sejak tahun 2020 yang lalu. Ambruknya ruang kelas semula dipicu banyaknya rayap yang ada di ruangan tersebut.

Baca Juga: Pembangunan Sekolah Ambruk di Tulungagung Rencananya Dimulai Agustus Mendatang

"Iya awalnya kusennya di makan rayap. Kondisinya makin parah saat ada hujan lebat," ujarnya, Rabu (4/10).

Ia mengatakan, kondisi bangunan kelas yang rapuh membuat ruang kelas itu mudah ambruk saat terkena hujan dan angin. Akibatnya, dinding depan dan belakang mengalami kerusakan yang menyebabkan tidak dapat ditempati.

"Anak-anak didik kami harus berbagi ruang kelas supaya belajar mengajar tetap bisa kami laksanakan," tambahnya.

Baca Juga: Belum Pernah Direnovasi, Bangunan Ruang Kelas SDN di Tulungagung Ambruk

Sejak ambruknya ruang kelas itu, pihak sekolah memindahkan siswa kelas 5 di kelas 6. Sedangkan siswa kelas 6 yang jumlahnya lebih banyak, dipindahkan ke ruang perpustakaan.

"Di ruang kelas 6 pun sebagian sudah rusak dan rawan ambruk juga. Makanya di ruang itu hanya digunakan separuh," ujarnya.

Diketahui, antara kelas 5 dan kelas 6 yang letaknya bersebelahan itu tidak ada tidak ada tiang cor pembatas sehingga kerusakan mudah menjalar. Akibatnya, untuk menopang atap, pihak sekolah menggunakan kayu sebagai penyangga.

Baca Juga: Calon Guru Berprestasi, Mahasiswi Unusa Juara Jujitsu Nasional

Kini, sebanyak 86 siswa di sekolah tersebut hanya menunggu pemerintah memberikan bantuan perbaikan. Sehingga saat belajar, mereka tidak perlu khawatir bangunan akan roboh.

"Untuk pengajuan bantuan kami sudah ajukan namun kendalanya itu lahan sekolah belum sertifikat. Karena memang tanahnya itu dari hibah," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.