Rabu, 17 Jun 2026 16:46 WIB

Santri 20 Ponpes di Kota Probolinggo Digembleng Cara Membudidayakan Ikan Lele

  • Penulis :
  • | Rabu, 04 Okt 2023 14:00 WIB
Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin menyempatkan memberi makan lele. (Foto:  probolinggokota.go.id)
Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin menyempatkan memberi makan lele. (Foto: probolinggokota.go.id)

jatimnow.com - Para santri di Kota Probolonggo digembleng membudidayakan ikan lele oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Probolinggo.

Kali ini, kegiatan bertajuk Sekolah Lapangan Budidaya Ikan Lele dilaksanakan di Ponpes An Nahdliyah, Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, Rabu (4/10/2023).

Baca Juga: Jargas PGN Pasok Energi untuk 15 Ribu Santri Pesantren Dalwa

Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin meninjau langsung kegiatan sekolah lapang tersebut dan menyempatkan memberi makan lele di dua kolam terpal yang berada di sisi barat ponpes.

"Ini adalah budidaya lele yang diserentakkan di 20 lembaga pendidikan pondok pesantren di Kota Probolinggo. Mudah-mudahan dengan edukasi ini bisa menumbuhkan keterampilan santri dan juga untuk menguatkan ketahanan pangan, itu yang paling penting,” ujar Habib Hadi, dilansir laman resmi Pemkot Probolinggo.

Wali Kota Probolinggo juga menyerahkan secara simbolis bantuan bahan praktik pada Pengasuh Ponpes An Nahdliyah KH. M. Holik. Di antaranya, dua buah kolam terpal, pakan, benih dan prebiotik penguatan untuk ikan.

“Kalau bisa kita pelajari, kita ikuti secara seksama apabila nanti sudah bisa berkembang dan berhasil bisa kita masukkan program-program yang lainnya. Pendidikan agama yang utama tentunya para santri memiliki karakter di bidang usaha lainnya,” tutur Habib Hadi.

Sebagai informasi, pada tahun 2023 ini dimulai dari bulan April sampai dengan Desember mendatang terdapat 20 ponpes yang mendapat program sekolah lapang budidaya ikan lele. Terbagi dalam empat gelombang, dalam program SL budidaya ikan lele ini juga diserahkan bantuan berupa kolam sekaligus bibit lele.

Ditemui usai seremonial dan peninjauan, Kepala DKPPP Aries Santoso menjelaskan secara teknis pelaksanaan SL itu sendiri.

“Untuk setiap SL itu kita berikan bantuan bibit lele sampai 2.500 bibit berukuran diameter lingkar badan sekitar 6-8 mm. Insyaallah tahun 2024 nanti akan ada tambahan sekitar 15 ponpes SL budidaya ikan lele,” terangnya.

Dijelaskan oleh Aries, jika nantinya DKPPP akan memberikan pendampingan pada pondok pesantren mulai uji kualitas air, perkembangan ikan dan masa panen.

“Dan panen nanti akan diberi tambahan pengetahuan untuk hasil olahan panen, karena kami telah bekerja sama dengan DKUP. Bisa dijual dalam bentuk ikan segar maupun dijual dalam bentuk (produk) olahan ikan,” tegas dia.

Baca Juga: Gus Salam Sowan ke Kiai Imjaz Jelang Muktamar NU ke-35

Diakui oleh Aries, penempatan kolam ikan berada di luar, agar tidak mempengaruhi mobilitas masyarakat di area sekitar ponpes.

”Oh tidak. Yang penting cukup sinar karena itu pengaruh. Jika itu (kolam) terlalu tertutup atau terlalu rindang juga tidak baik bagi perkembangan ikan itu sendiri,” jelasnya.

Hal itu, menurut Aries juga berpengaruh pada bakteri-bakteri pengganggu pertumbuhan ikan. Karenanya harus cukup sinar, drainase juga harus sudah disiapkan termasuk penataan untuk menambah air dan buang air.

“Tidak apa-apa (kolam) tidak harus di dalam kawasan, yang penting dari ponpesnya menyatakan itu (penempatan kolam) aman, bisa terjangkau, terkendali untuk pemantauannya maupun pengelolaannya yang pastinya kita carikan yang terdekat,” urainya.

Giat SL budidaya ikan lele ini juga meninggalkan kesan mendalam bagi pengasuh PP An Nahdliyah KH. M. Holik.

Baca Juga: Panaskan Mesin Politik, Lima PAC PDIP Kota Probolinggo Resmi Dilantik

“Jelas dengan bantuan seperti ini saya merasa senang, bukan untuk saya (pribadi). Rasa senang ini juga untuk anak-anak, orang tua dan keluarganya. Jadi bantuan ini saya merasa terbantu untuk menumbuhkembangkan keterampilan anak-anak,” ungkap KH. M. Holik.

Diakui olehnya, jika ponpesnya telah memiliki program semacam ini sebelumnya. Seperti keberhasilan membudidayakan jamur tiram. Namun upaya membudidayakan ulat sutra berakhir gagal.

“Budidaya ulat sutra belum tersampaikan karena banyak kendala. Karena saya mau mendatangkan pelatih kemarin itu, namun pelatih posisinya masih terus di Jawa Tengah guna pembudidayaan ulat sutra ini,” terangnya.

Holik berharap budidaya ikan lele ini ke depan semakin berkembang lebih baik lagi.

“Bantuan ini tidak hanya terputus sampai sekarang tapi diteruskan oleh anak-anak menjalankan budidaya ikan lele,” tutup Holik.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.