Selasa, 16 Jun 2026 14:52 WIB

Khofifah, Emil dan Fauzi Disebut Memiliki Kans Prestasi Memimpin yang Sama

Baihaqi saat memaparkan hasil survei. (Foto: ARCI for jatimnow.com)
Baihaqi saat memaparkan hasil survei. (Foto: ARCI for jatimnow.com)

jatimnow.com - Direktur Lembaga riset ARCI Baihaqi Siraitj menemukan beberapa faktor keunggulan yang membuat elektabilitas Khofifah Indar Parawansa tetap sebagai incumbent di pemilihan Gubernur Jawa Timur 2024.

Di antaranya adalah kepuasan masyarakat, karena Khofifah peduli pada sektor UMKM selama menjabat sebagai Gubernur Jatim.

Baca Juga: Hampir Setahun, Hibah Aspal Dari Khofifah Belum Digunakan Pemkab Tulungagung

Selain itu, Khofifah juga punya basis pemilih loyal dari warga Nahdliyin, yang tergabung dalam kelompok muslimat. Kedua faktor itu membuat elektabilitas Khofifah di Jatim stabil dan jauh di atas kandidat lainnya.

“Kalau Khofifah ditemukan masyarakat lebih banyak puas dalam menangani beberapa hal, termasuk UMKM,” kata Baihaqi, Jumat (22/9/2023).

Sementara itu, kata Baihaqi, Emil Elestianto Dardak banyak dikenal oleh pemilih pemula. Sosok Wakil Gubernur Jatim itu cukup familiar di kalangan Gen Z karena dianggap representasi dari pemilih milenial.

“Kalau pak Emil dikenal di kalangan pemilih anak-anak muda,” tandasnya.

Baca Juga: Jatim Raih Penghargaan Kategori Pemda Terbaik Penurunan Pengangguran

Sementara itu, Bupati Sumenep Achmad Fauzi yang elektabilitasnya juga melejit sebagai kandidat di Pilgub Jatim dikenal masyarakat karena mampu memimpin Sumenep.

Masyarakat banyak mengetahui prestasi kader PDIP itu dalam mengentaskan kemiskinan dan mengurangi angka pengangguran di wilayah ujung timur pulau Madura itu.

“Pak Fauzi diketahui mampu menekan angka kemiskinan di Sumenep itu banyak diketahui masyarakat. Data itu yang bisa kami baca di survei,” tambahnya.

Baca Juga: Jatim Raih Penghargaan Kategori Pemda Terbaik Penurunan Pengangguran

Di sisi lain, dari basis kewilayahan dan usia pemilih, kekuatan Khofifah banyak tersebar hampir seluruh wilayah dan dari kelompok ibu-ibu. Sedangkan, Emil Dardak pemilihnya banyak di wilayah matraman dan Fauzi ada di wilayah tapal kuda.

Sehingga baik Khofifah, Emil, dan Fauzi disebut sama-sama memiliki kans prestasi memimpin yang nyaris sama.

“Kalau pemilihnya pak Fauzi dan mas Emil hampir sama yakni kelompok usia 45 tahun kebawah, kalau bu Khofifah hampir sama yakni kelompok ibu-ibu yang umurnya 45 tahun ke atas,” pungkasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.