Kamis, 18 Jun 2026 08:14 WIB

Tangani Banjir Kota, PU SDA Lamongan Kebut Pengerjaan Kolam Retensi

Bupati Lamongan beserta Dinas PU-SDA Lamongan saat meninjau pengerjaan kolam retensi. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Bupati Lamongan beserta Dinas PU-SDA Lamongan saat meninjau pengerjaan kolam retensi. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Progres pengerjaan kolam retensi di Lamongan menyentuh 40 persen. Nantinya, kolam tersebut bakal menjadi jawaban atas persoalan banjir di kawasan kota Lamongan.

Kolam yang terletak di Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Lamongan tersebut kini memasuki tahap pembangunan beton penahan tanah.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Kepala Dinas PU SDA Lamongan, Gunadi menyebut bila pengerjaan ditarget selesai sebelum musim penghujan tiba. Ia memperkirakan pengerjaan paling lambat rampung pada awal bulan Desember 2023 ini.

"Target selesai minggu pertama di bulan Desember, sekarang pengerjaan sekitar 40 persen," kata Gunadi, Jumat (22/9/2023).

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Dijelaskan Gunadi, kolam seluas 1.5 hektar dengan kedalaman sekitar 2.5 meter tersebut direncanakan mampu menampung sebanyak 25.000 kubik air. Pembangunan kolam retensi memanfaatkan lahan aset Pemkab setempat.

"Ini untuk menampung air di wilayah kota kurang lebih 1 km persegi. Ada semacam pintu-pintu air nanti mengalir secara alamiah tapi kalau tidak memungkinkan bisa nanti pompanisasi," ujar Gunadi.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

Secara perhitungan, beber Gunadi, kolam retensi diharap bisa menampung air apabila datang musim penghujan. Setelah itu, air akan di filtrasi untuk pemenuhan kebutuhan pertanian dan perikanan warga.

"Sebelumnya, kita juga lakukan normalisasi di aliran sungai agar apabila hujan tidak sampai ada genangan di kota Lamongan," katanya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.