Kamis, 18 Jun 2026 10:56 WIB

Berkolaborasi Kelola Air dan Sampah, Sampoerna Buat Biopori bersama Warga Karawang

Kepala Urusan Eksternal PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna), Ishak Danuningrat (kedua dari kanan), secara simbolis menyerahkan alat  sumur biopori kepada Kepala Desa Sukaluyu Lina Herlina (kedua dari kiri) di Karawang, Jawa Barat, Kamis (21/9/2023). (Foto: H
Kepala Urusan Eksternal PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna), Ishak Danuningrat (kedua dari kanan), secara simbolis menyerahkan alat sumur biopori kepada Kepala Desa Sukaluyu Lina Herlina (kedua dari kiri) di Karawang, Jawa Barat, Kamis (21/9/2023). (Foto: H

jatimnow.com - PT HM Sampoerna Tbk (Sampoerna) menginisiasi langkah pelestarian lingkungan bersama dengan warga Desa Puseurjaya dan Desa Sukaluyu di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, khususnya membuat sumur biopori.

Inisiasi ini ditandai dengan penyerahan sebanyak 40 unit alat untuk membuat sumur biopori kepada warga Desa Puseurjaya dan Sukaluyu di Karawang, Jawa Barat, Jumat (22/9/2023).

Baca Juga: Yayasan STAPA Center Perkuat Ketahanan Pangan di Ponorogo dan Wonogiri

Penyerahan secara simbolis, yang merupakan bagian dari inisiatif dalam rangka Hari Bersih-bersih Sedunia 2023, dilakukan oleh Kepala Urusan Eksternal Sampoerna, Ishak Danuningrat, kepada Kepala Desa Puseurjaya, Dadih Sastrawijaya, dan Kepala Desa Sukaluyu, Lina Herlina.

"Kami berharap melalui bantuan ini, segenap warga Desa Puseurjaya dapat merasakan manfaat dari sumur biopori dan pengetahuan baru untuk diterapkan dalam keseharian," ujar Ishak.

Pembangunan sumur biopori ini sejalan dengan komitmen Sampoerna dalam melestarikan lingkungan, termasuk inisiatif konservasi air di fasilitas produksi serta pengelolaan air berkelanjutan melalui kerja sama dengan para pemangku kepentingan, melalui Payung Program Keberlanjutan "Sampoerna Untuk Indonesia".

Kepala Urusan Eksternal PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna), Ishak Danuningrat (kiri), secara simbolis menyerahkan alat sumur biopori kepada Kepala Desa Puseurjaya Dadih Sastrawijaya (kanan) di Karawang, Jawa Barat, Kamis (21/9/2023). Kepala Urusan Eksternal PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna), Ishak Danuningrat (kiri), secara simbolis menyerahkan alat sumur biopori kepada Kepala Desa Puseurjaya Dadih Sastrawijaya (kanan) di Karawang, Jawa Barat, Kamis (21/9/2023).

Sumur biopori adalah lubang silindris vertikal berukuran 30 cm berbahan pipa PVC dengan lubang di pinggirnya. Perangkat ini berfungsi meningkatkan luasan serapan air dan sebagai tempat pengolahan sampah organik.

Baca Juga: Khofifah Apresiasi MPS Bojonegoro Mampu Serap 3 Ribu Karyawan

Pemasangan sumur biopori bisa memitigasi dua masalah lingkungan sekaligus, banjir dan kekeringan sebagai akibat kurangnya resapan air serta akumulasi sampah organik yang bisa mencemari perairan sekitar.

Dadih mengatakan bahwa kolaborasi pemasangan sumur biopori ini penting sebab saat ini banyak air yang mudah terbuang kala musim hujan tak terserap ke tanah.

"Sekarang banyak rumah yang dicor. Jadi air langsung terbuang. Mudah-mudahan dengan adanya sumur biopori ini, air bisa lebih tertampung," ujarnya.

Sementara itu, Lina memberikan apresiasi atas bantuan piranti sumur biopori.

Baca Juga: Sampoerna Perkuat Komitmen Investasi untuk Penciptaan Nilai Berkelanjutan di Indonesia

"Ini sangat bermanfaat bagi Desa Sukaluyu, baik yang di perkampungan maupun perumahan. Bisa menanggulangi banjir,"
ujarnya.

Ishak menambahkan, rangkaian kegiatan Hari Bersih-bersih Sedunia 2023 diawali dengan pembersihan sampah di Pantai Padang Galak, Denpasar, kemudian berlanjut dengan kegiatan serupa di Kebun Raya Mangrove, Surabaya, serta pelatihan manajemen nol sampah di Hutan Cempaka dan Desa Wisata Edelweiss, Kabupaten Pasuruan.

Selain mengajak warga sekitar, Sampoerna juga memulai inisiatif di lingkungan kerjanya sendiri, di antaranya mengajak membuang sampah pada tempatnya melalui inisiatif #SayaAjaBisa, serta melibatkan karyawan dalam pembuatan sumur biopori di Plant Karawang.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.