Rabu, 17 Jun 2026 21:10 WIB

Korban Ricuh Pesilat di Taiwan asal Trenggalek Dimakamkan

Jenazah korban saat tiba di rumah duka. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Jenazah korban saat tiba di rumah duka. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Jenazah korban kericuhan antar perguruan silat di Taiwan beberapa waktu lalu, akhirnya tiba di rumah duka. Korban bernama Zaenal Fanani, warga Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek diketahui merupakan anggota perguruan silat PSHT sejak 2011 lalu. Jenazah korban dimakamkan setelah sebelumnya disalati oleh ribuan pesilat yang hadir.

Ketua Cabang PSHT Trenggalek, Wijiono mengaku bersyukur karena jenazah korban bisa pulang setelah menjalani serangkaian proses. Korban merupakan warga PSHT yang di sahkan pada 2011.

Baca Juga: Pulang dari Malaysia, Fauzi Bangun Layanan Keuangan Warga Kangean

Setelah menjadi warga, Zaenal Fanani melakukan pengabdian dan pengembangan terhadap organisasi hingga akhir hayatnya.

"Hari ini akhirnya jenazah anggota kami Zaenal Fanani bisa pulang ke rumah," ujarnya, Minggu (17/09/2023).

Wijiono juga menyampaikan bela sungkawa dan duka mendalam atas kepergiaan Zaenal Fanani dalam insiden yang terjadi di Taiwan.

Baca Juga: Kota Kediri Deklarasikan Aman Suro 2026, 900 Personel Disiagakan

Pihaknya menyerahkan penyelesaian kasus ini kepada pihak berwajib kepolisian Taiwan. Mereka juga berharap kejadian tersebut tidak menjadi pemicu gesekan kelompok lain di Trenggalek.

"Harapan kami kejadian ini murni sebagai musibah. Selain itu, kepada kelompok yang ada di Trenggalek agar tidak terprovokasi agar tidak muncul gesekan," tuturnya.

Sementara itu, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin yang hadir mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Luar Negeri serta BP2MI yang telah memproses pemulangan jenazah dalam waktu singkat.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

Arifin juga turut memberikan support serta doa kepada korban agar diterima disisi Tuhan. Saat ini penegak hukum dari dua negara sudah memproses hukum kepada tersangka.

"Sekarang tuga kita adalah mendoakan korban agar almarhum bisa diampuni dosa dan diterima Allah. Serta sebagai kesatria sudah seharusnya meneng tanpo ngasorake," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.