Sabtu, 20 Jun 2026 06:32 WIB

STMJ Juang 18 Sidoarjo, Tak Hanya Lebih Berempah, Tapi juga Mengandung Filosofi

Sajian STMJ Juang 18. (Foto: Ahaddiiini HM/jatimnow.com).
Sajian STMJ Juang 18. (Foto: Ahaddiiini HM/jatimnow.com).

jatimnow.com - Minuman susu, telur, madu, jahe (STMJ) merupakan minuman kesehatan yang membantu memulihkan stamina dan menyehatkan badan.

Wahyu Eko Yulianto (33), seorang aktivis penggerak pada komunitas Kabut Malam Desa Banjarkemantren Kecamatan Buduran mendirikan usaha mikro kecil menengah (UMKM) STMJ Juang 18 dengan sebuah pemikiran filosofis.

Baca Juga: Karyawan BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo Gotong Royong Tanam Pucuk Merah

"Dinamakan STMJ Juang 18, karena berdiri sejak 2018. Selain itu, karena di Sidoarjo ada 18 Kecamatan, kata Juang sebagai upaya perjuangan, dibarengi dengan nilai kejujuran yang tidak expired, untuk diingat dan dilakukan di setiap waktunya," tutur Wahyu Eko menyampaikan sebuah filosofi dibalik nama usaha STMJ yang dimiliki.

Sebelumnya, dirinya adalah supervisor di sebuah rumah makan, yang kemudian berubah haluan karena ingin berdikari untuk buka lapangan kerja bagi warga sekitar.

"Akhirnya saya resign, dan fokus di usaha STMJ ini," ungkapnya, Sabtu malam (16/9/2023).

Wahyu meracik STMJ buatannya dengan resep warisan keluarga turun menurun, yang kemudian ia modifikasi.

"Awalnya dari resep keluarga, dengan pengembangan modifikasi saya sendiri. Jahe, sereh juga rempah lainnya sebelumnya dikepruk. Tapi karena bagi saya gak tahan lama, pengaruh daya beli konsumsi konsumen yang tinggi juga, akhirnya saya coba eksperimen membuat serbuk jahe rempah yang lebih tahan lama dan bisa dijual tersendiri," jelasnya.

Sebagai pelopor usaha ekonomi kreatif Banjarkemantren melalui STMJ Juang 18 yang dirintisnya, Wahyu membudidayakan jahe dan rempah lainnya dengan menanam sendiri dan menjadikan inspirasi bagi warga lainnya.

Baca Juga: Mahasiswa UNTAG Surabaya Bantu UMKM Mojo Urus Legalitas dan Go Digital

"Membuat kebun jahe kolektif di Banjar kemantren, seperti tanam jahe, temulawak, kencur dan sejenisnya. Alhamdulillah warga juga ikut menanam. Tidak itu aja, tapi juga buat pupuknya, terima pesanan dan dipasarkan sendiri juga," jelasnya.

STMJ Juang 18 milik Wahyu memiliki ciri khas tersendiri dibanding STMJ yang dijual khalayak lainnya. Selain menggunakan serbuk jahe resep rahasia buatannya, ia juga menambahkan campuran berbagai macam rempah seperi lada hitam, jinten hitam, kapulaga dan sejenisnya.

Wahyu bersyukur banyak peminat STMJ Juang 18 buatannya ini.

"Alhamdulillah sudah ada pelanggan, mulai dari Protokoler Bupati, atlet olahraga, sampai masyarakat yang beli dibawa ke Hongkong, " ujarnya.

Hal itu juga diungkapkan salah satu pelanggannya, Bambang (50) warga asli Candi Sidoarjo.

Baca Juga: Kisah Pelaku UMKM Ring Satu Melejit Berkat Program Lontar Petrokimia Gresik

"STMJ-nya beda, seminggu ini sudah lima kali ke sini. Enak, berempah daripada lainnya. Seger di badan, fresh, rasanya khas," terangnya.

Berbagai macam varian STMJ Juang 18 dapat ditemui di daerah Kemiri Sidoarjo, pada jam 5-9 pagi, dan pukul 18.00 hingga jelang tengah malam. Varian menunya juga banyak antara lain STMJ komplit dengan harga Rp30 ribu, STMJ sehat pria Rp25 ribu, STMJ telur bebek Rp14 ribu, STMJ telur ayam Rp12 ribu, jahe susu Rp10 ribu, jahe hangat Rp8 ribu dan susu hangat Rp8 ribu.

Dengan dibantu 3 orang adiknya, Wahyu berharap semangat juangnya dapat memotivasi warga Sidoarjo dan sekitarnya.

"Pesan saya kepada para pemuda agar selalu semangat berjuang, tidak mudah putus asa, berdikari sendiri. Selain itu karena bagian filosofis STMJ Juang 18 mempunyai makna 18 Kecamatan Sidoarjo, jadi harapan saya bisa buka cabang di setiap kecamatan di Sidoarjo untuk membantu mengurangi pengangguran," tutupnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.