Senin, 22 Jun 2026 15:00 WIB

Belasan Ribu Ton Pupuk Bersubsidi di Tulungagung Belum Diambil Petani, Ini Kendalanya

Petani saat berada di sawah. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Petani saat berada di sawah. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Belasan ribu ton pupuk bersubsidi jenis Urea dan NPK di Kabupaten Tulungagung belum terserap oleh petani. Pupuk tersebut belum bisa diambil oleh pemiliknya lantaran data diri petani belum masuk ke dalam sistem.

Adanya update system membuat petani kesulitan mengambil pupuk bersubsidi ini. Pihak Dinas Pertanian setempat telah melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat terkait kondisi ini.

Baca Juga: Harga BBM Naik, Anggaran Operasional Bus Sekolah di Tulungagung Membengkak

Kabid Penyuluhan Pertanian, Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung, Triwidyo Agus Basuki mengatakan, sampai dengan bulan Agustus 2023, realisasi pupuk subsidi jenis Urea sudah tersalurkan sebanyak 18.245 ton atau tersalurkan 67 persen dari total e-Alokasi sebanyak 27.048 ton.

Kemudian untuk pupuk jenis NPK sendiri sudah tersalurkan sebanyak 11.824 ton atau mencapai 68 persen dari total e-Alokasi sebanyak 17.123 ton. Sedangkan untuk pupuk NPK khusus kakao sudah tersalurkan sebanyak 20 ton atau mencapai 23 persen dari total e-Alokasi sebanyak 88 ton.

"Untuk Urea alokasi kita kelebihan sekitar 2 ribuan ton dari total alokasi 30 ton dan rencananya akan kita kembalikan ke pemerintah pusat. Kalau untuk NPK justru kita kebutuhannya kurang," ujarnya, Jumat (15/9/2023).

Sedangkan untuk sisa alokasinya sendiri, berdasarkan data e-Alokasi, untuk pupuk Urea masih menyisakan sebanyak 8.803 ton, NPK sebanyak 5.298 ton dan NPK khusus kakao sebanyak 68 ton.

Baca Juga: Permudah Pengurusan e-KTP, Dispendukcapil Tulungagung Jemput Bola ke Sekolah

Secara keseluruhan, sebanyak 14.169 ton pupuk subsidi yang belum diambil pemiliknya. Belum diambilnya pupuk tersebut lantaran berbagai macam alasan seperti petani yang belum memasuki masa tanam (MT) atau bahkan petani belum bisa mengambil lantaran terkendala update sistem.

Pada MT pertama, semua petani yang terdaftar di e-Alokasi kesulitan mengambil jatah pupuk miliknya.

"Seperti di Kecamatan Tanggunggunung hanya ada MT 1 dan MT 3 saja, sehingga pupuknya belum diambil. Kami juga dapat laporan kalau ada petani yang tidak bisa ambil pupuk karena setelah update sistem, nama penerimanya belum muncul di aplikasi T-Pubers," jelasnya.

Baca Juga: Serapan Gabah Tinggi, Gudang Bulog Tulungagung Penuh

Demi mengatasi permasalahan ini, ujar Oky, pihaknya sudah berkoordinasi untuk segera memberikan solusi bagi para petani yang mengalami kendala setelah update sistem tersebut. Mengingat pupuk subsidi tersebut sudah tersedia di masing-masing kios dan menunggu pemiliknya.

Hingga saat ini pihak Pupuk Indonesia sendiri masih mencari jalan keluar atas permasalahan ini agar para petani bisa segera mengambil jatah pupuk miliknya. Pihaknya berupaya agar setidaknya alokasi pupuk tersebut bisa terserap 100 persen pada akhir tahun 2023 nantinya.

"Kasus seperti itu jumlahnya kecil, hanya terjadi pada satu kelompok tani saja. Saat ini kami masih mendata total petani yang namanya tidak muncul setelah proses update sistem kemarin," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.