Rabu, 17 Jun 2026 14:23 WIB

Gedung SMAN 1 Kediri jadi Cagar Budaya, Bekas Markas Tentara Jepang

Gedung SMA Negeri 1 Kediri. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Gedung SMA Negeri 1 Kediri. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

jatimnow.com - Bangunan SMA Negeri 1 Kediri resmi ditetapkan menjadi cagar budaya. Gedung di Jalan Veteran Kota Kediri ini merupakan bekas markas Tentara Jepang.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menyebut bahwa gedung sekolah ini menyimpan nilai penting sejarah pendidikan dan perjuangan di zaman penjajahan Belanda.

Baca Juga: Warga Kediri Serbu Perahu Tambang Imbas Penutupan Jembatan Kaliombo I

Pada masa itu Kota Kediri menjadi pusat pemerintahan karisidenan dan juga gemeente atau kota madya. Sehingga banyak masyarakat Eropa terutama Belanda yang tinggal di kawasan gedung SMAN 1 Kota Kediri ini.

“Lalu gedung ini dibangun menjadi sekolah lanjutan atau meer uitgebreid lager onderwijs (MULO) dan hanya untuk sekolah kawasan tertentu,” kata Mas Abu, Rabu (13/9/2023).

Lanjut Mas Abu, keberadaannya saat itu lantas memberikan dampak besar bagi pendidikan di Jawa Timur khususnya Kota Kediri. Karena menjadi satu-satunya sekolah lanjutan di Karisidenan Kediri.

Baca Juga: Kota Kediri Raih Opini WTP 12 Kali Berturut-turut, Ini Pesan Mbak Wali

"Setelah MULO dibubarkan gedung ini pernah jadi markas Tentara Jepang, Markas BKR, Devisi Brawijaya hingga SMAN 1 Kediri," tambahnya.

Saat ini bangunan tersebut resmi menjadi cagar budaya. Pemerintah Kota Kediri telah menyerahkan sertifikat tersebut ke pihak sekolah akhir pekan lalu bertepatan dengan ulang tahun mereka ke-77.

Tampak dari depan, nuansa lama masih sangat terlihat. Atap dan bentuk bangunan yang tak berubah menjadi identitas cagar budaya ini. Hanya sedikit pemugaran untuk menjaga bangunan tetap kokoh dan enak dipandang.

Baca Juga: Jalan Kawi Kota Kediri Ditutup Mulai 5 Mei, Simak Rute Alternatifnya

Mas Abu berharap warisan budaya ini bisa terus dilestarikan. Sehingga gedung ini bisa dinikmati hingga kapanpun. Sementara untuk pengembangan, sekolah bisa melakukannya pada bangunan baru yang ada di belakang.

“Saya harap ke depan juga bisa jadi tempat city tour juga. Bangunan cagar budaya memang harus digunakan dan dirawat agar tidak rusak," tandasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.