Senin, 22 Jun 2026 11:32 WIB

Pembongkaran Makam Santri di Lamongan yang Meninggal Tak Wajar, Ini Kata Polisi

Pembongkan makam santri diduga dianiaya di Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Pembongkan makam santri diduga dianiaya di Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pembongkaran makam santri diduga dianiaya di Lamongan, MHN, dilakukan Tim Forensik Polda Jatim dan Polres Lamongan. Bagaimana hasilnya?

Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda Anton Krisbiantoro mengungkapkan seluruh proses ekshumasi atau pembongkaran di makam yang berada di pemakaman Dusun Ngesong, Desa Sedayulawas, Kecamatan Brondong, tersebut berjalan lancar.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Dimulai sekitar pukul 7.00 WIB, tim forensik tak menemui kendala dalam proses outopsi hingga selesai sekitar pukul 12.30 WIB.

Selain dari tim forensik Polda Jatim, ekshumasi juga melibatkan dokter dari RSU dr. Soetomo Surabaya.

Disampaikan Anton, hasil outopsi yang baru saja dilakukan belum bisa disampaikan ke publik dan menjadi kewenangan tim forensik untuk mendalaminya.

"Untuk hasil kemungkinan 1 sampai 2 minggu keluar," ungkap Anton, Senin (11/9/2023).

Perihal gambaran sementara, kata Anton, tim forensik masih melakukan serangkaian uji sehingga hasil bahkan hipotesis atau kesimpulan sementara belum dapat disampaikan.

Baca Juga: Diduga Menjadi Korban Penganiayaan, Ajudan Wakapolres Blitar Alami Hidung Patah

"Gambaran sementara, dokter forensik belum menyimpulkan. Nanti hasil masih menunggu," katanya.

Sementara pihak keluarga, diwakili kuasa hukum Muhammad Fajril menyampaikan permintaan ekshumasi diajukan oleh pihak keluarga untuk mengurai kebenaran kematian santri MHN.

"Demi kepentingan penyelidikan dan penyempurnaan pembuktian maka perlu dilakukan autopsi," kata Fajril di lokasi.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Sebelumnya, meninggalnya korban diketahui pukul 06.30 WIB oleh orang tua korban, Basuni (38). Ia mendapat kabar dari NS, wali kelas korban yang datang ke rumah Basuni. Wali kelas itu mengabarkan bahwa anak korban telah masuk Rumah Sakit Suyudi Paciran.

Kemudian Basuni di ajak ke Rumah Sakit Suyudi dan mendapati putranya, MHN sudah dalam keadaan meninggal dunia dan ditemukan sejumlah luka pada tubuh korban.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.