Minggu, 21 Jun 2026 05:35 WIB

Inflasi Kota Kediri Agustus Terendah Nomor 2 se-Jawa Timur, di Bawah Madiun

Operasi Pasar Beras salah satu upaya kendalikan inflasi. (Foto: Pemkot Kediri for jatimnow.com)
Operasi Pasar Beras salah satu upaya kendalikan inflasi. (Foto: Pemkot Kediri for jatimnow.com)

jatimnow.com - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri sukses menjaga stabilitas harga komoditas di bulan Agustus. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri bahkan mencatat ada penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 0,03 persen.

Berdasarkan catatan ini, Kota Kediri berada pada urutan terendah kedua di Jawa Timur setelah Madiun dengan capaian 0,11 persen. Lebih rendah dari inflasi bulan Juli 2023 yakni 0,17 persen.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Kepala BPS Kota Kediri Pardjan mengatakan, ada beberapa komoditas yang menyumbang inflasi, antara lain beras menyumbang inflasi sebesar 0,0716 persen, Sekolah Menengah Atas sebesar 0,0545 persen, cabai rawit sebesar 0,0456 persen, upah asisten rumah tangga sebesar 0,0162 persen, bawang putih sebesar 0,0089 persen, jagung manis sebesar 0,0079 persen, pepaya sebesar 0,0074 persen, tarif kendaraan roda dua online sebesar 0,0071 persen, gula pasir sebesar 0,0056 persen dan susu bubuk untuk balita sebesar 0,0052 persen.

Sementara, 10 komoditas penghambat inflasi, di antaranya: telur ayam ras dengan andil -0,0736 persen, daging ayam ras andil -0,0591 persen, bawang merah andil -0,0371 persen, emas perhiasan andil -0,0212 persen, daging sapi andil -0,0103 persen, Sekolah Dasar andil -0,0088 persen, kacang panjang andil -0,0078 persen, sabun cair/cuci piring andil -0,0067 persen, kelapa andil -0,0067 persen serta pisang andil -0,0057 persen.

Kendati mengalami penurunan tingkat inflasi, Pardjan mengimbau kepada Pemkot Kediri agar tetap waspada terhadap kenaikan harga komoditas pada bulan berikutnya.

“Masih ada beberapa komoditas seperti beras, cabai rawit, serta bawang putih yang di bulan ini memberikan andil inflasi tertinggi dan berpotensi mengalami gejolak di bulan berikutnya, mengingat musim panen raya belum tiba. Oleh karena itu kita harus waspada agar selalu memperhatikan betul pasokan komoditasi di pasar,” ujar Pardjan, Senin (11/9/2023).

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Jember Capai 6,35 Persen, Tertinggi di Kawasan Sekar Kijang

Ia berharap agar Pemkot Kediri bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah Kota Kediri agar melakukan sidak pasar secara intensif guna mencegah terjadinya kelangkaan komoditas.

Kepala Bagian Perekonomian Pemkot Kediri Tetuko Erwin mengatakan sudah melakukan antisipasi dini tentang hal ini. Sesuai arahan Presiden Jokowi dalam Rakornas TPID akhir Agustus lalu yang mengingatkan tentang pentingnya deteksi dini komoditas bahan pokok terutama beras yang mulai mengalami peningkatan.

Erwin menyebut bahwa kenaikan harga beras terjadi secara rasional disebabkan telah lewatnya masa panen raya, kondisi kemarau panjang akibat fenomena El Nino. Serta pembatasan yang dilakukan oleh negara-negara eksportir beras ke Indonesia karena kekhawatiran krisis pangan di negara tersebut. Ia pun sudah menerima arahan dari Wali Kota Kediri untuk melakukan stabilisasi harga.

Baca Juga: Inflasi Turun Drastis, Gubernur Khofifah Beri Apresiasi Pemkot Probolinggo

"Sudah mendapat arahan dari Bapak Wali Kota juga untuk segera koordinasi dengan Bulog untuk melakukan intervensi pasar pada komoditas beras, akan segera kami lakukan operasi pasar," jelasnya.

Tentang ketersediaan pasokan, Erwin menyampaikan bahwa cadangan beras di Bulog Kediri aman hingga lebaran 2024, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

"Pemerintah Kota Kediri bekerjasama dengan semua pihak, akan selalu melakukan upaya untuk menjaga kestabilan harga dan kecukupan pasokan bahan pokok,” tutupnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.