Kamis, 18 Jun 2026 10:51 WIB

Makam Santri Meninggal Tak Wajar di Lamongan Dibongkar, Ini Curhatan Sang Ayah

Makam MHN mulai dipasang penutup untuk proses ekshumasi. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Makam MHN mulai dipasang penutup untuk proses ekshumasi. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Misteri kematian MHN (13) santri salah satu santri ponpes di Kecamatan Paciran Lamongan belum terkuak. Kepolisian berencana melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam pada Senin (11/9/2023) pagi ini.

Kasus ini menjadi trauma tersendiri bagi pihak keluarga. Bagaimana tidak, MHN yang masih duduk di bangku kelas 1 MTs tersebut meninggal dengan kondisi tak wajar.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Hasil CT scan, polisi menguraikan bila ada luka lebam dibagikan kaki dan anus korban. Kasus berlanjut ke dugaan penganiayaan. 11 santri dipanggil untuk pendalaman, namun polisi belum menentukan siapa tersangka dan penyebab utama kematian korban.

Ayah korban, Basuri (35) warga Desa Brengkok, Kecamatan Brondong, Lamongan menuai simpati dari kematian putranya. Ia pun selalu menanti perkembangan kasus ini.

Curahan hatinya, ia bagikan melalui media sosial berharap akan ada keadilan dan mencari siapa pelaku kematian putranya tersebut.

"Esok kali kedua sampean (engkau) memberikan petunjuk bagaimana keadaan yang sebenarnya Nak. Bagaimana perlakuan yang sampean dapatkan sehingga jiwamu yang lebih tinggalkan jasatmu sendiri," tulis Basuri melalui media sosial pribadinya, @Panglima Kumbang.

Postingan menyentuh tersebut diberi foto korban MHN sambil tersenyum memakai seragam rapi serba putih berdasi dan berpeci hitam lengkap dengan tas yang gendongnya. Foto tersebut berlatar kamar pondok menunjukkan korban hendak berangkat sekolah.

Baca Juga: Diduga Menjadi Korban Penganiayaan, Ajudan Wakapolres Blitar Alami Hidung Patah

"Esok tuntunlah penegak hukum dengan kebenaran, serta tunjukkan di bagian mana saja pelaku melakukan hal keji kepada tubuh mungilmu. Mungkin jarimu sudah tidak bisa menunjuk bibirmu tidak lagi bisa berkata, tapi semoga sampean, alam dan Pemilikmu (Allah) menunjukan kebenarannya," lanjut Basuri.

Dalam potongan lain, Basuri mengungkapkan bila ia meyakini adanya pelaku dalam musibah yang dialami putranya.

"Saya bapak korban meyakini bahwa ada tindak pidana atas kematian anak saya di pondok pesantren," tulisnya pada potongan lainya.

Serasa hatinya tercabik-cabik ketika mengetahui kabar kematian putranya, Basuri dengan nada tulisan yang dibagikannya mengecam dan akan terus mencari keadilan bagi putranya.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

"Jika pihak pondok berusaha untuk menutupi atau melindungi pelaku, maka sampai kapanpun saya akan kejar."

Ayah korban juga membagikan info bila hari ini sekitar pukul 7.00 WIB bakal dilakukan ekshumasi atau pembongkaran makan santri MHN.

Postingan ayah korban, Basuri di media sosial.Postingan ayah korban, Basuri di media sosial.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.