Senin, 22 Jun 2026 10:56 WIB

Bupati Trenggalek Turut Berduka dan Mohon Maaf pada Keluarga Korban Kericuhan Pencak Silat di Taiwan

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin. (Foto: Prokopim Trenggalek)
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin. (Foto: Prokopim Trenggalek)

jatimnow.com - Insiden bentrok antar-perguruan pencak silat di Taiwan yang menewaskan warga Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek membuat Bupati Mochamad Nur Arifin prihatin.

Bupati yang biasa disapa Mas Ipin ini menyangkan terjadinya peristiwa tersebut. Terlebih salah satu warganya yang menjadi PMI menjadi korban dalam kejadian ini.

Baca Juga: Gema Takbir di Trenggalek, Bupati Ajak Warga Membaca Sayyidul Istigfar

Mas Ipin menyampaikan rasa duka mendalam kepada warga Trenggalek yang menjadi korban meninggal dalam insiden naas tersebut. Serta berharap kejadian tersebut menjadi kasus terakhir yang melibatkan perguruan pencak silat, baik di Trenggalek, Indonesia bahkan di luar negeri.

Tak hanya itu Mas Ipin juga meminta maaf atas kericuhan antar perguruan pencak silat di Taiwan.

"Jadi saya mohon maaf ada warga Trenggalek yang terlibat dalam kericuhan antar perguruan pencak silat di Taiwan," ujarnya, Sabtu (9/9/2023).

Kericuhan tersebut sebenarnya dipicu atas permasalahan pribadi yang dibawa kepada kelompok sebagai wujud solidaritas. Mirisnya peristiwa itu terjadi di negara orang lain.

Baca Juga: Hadiri Sarasehan, Pemkab Trenggalek Mengkaji Penerbitan Obligasi Daerah

Menurut Mas Ipin tidak ada kebanggan mengikuti sebuah kelompok jika menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.

"Mengikuti suatu kelompok tidak ada kebanggan yang terhormat jika menyebabkan hilangnya nyawa seseorang. Karena kebanggan yang terhormat adalah mampu memberikan kehidupan bagi orang lain," tuturnya.

Mas Ipin juga berjanji membantu memulangkan jenazah korban yang saat ini masih berada di Taiwan. Proses pemulangan akan berjalan sesuai dengan prosedur.

Baca Juga: Bupati Trenggalek Serahkan SK Pensiun kepada 90 PNS

Pihak Pemkab Trenggalek sendiri sebenarnya sudah sering memberikan fasilitas kepada kelompok perguruan pencak silat. Seperti membangun kerukunan dan memberikan pemahaman wawasan kebangsaan.

"Kami sudah sering menyampaikan kepada mereka bahwa jangan membawa urusan pribadi kepada kelompok. Dan saya berharap kasus ini menjadi yang terakhir," pungkasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.