Sabtu, 20 Jun 2026 19:35 WIB

Sentilan Pengamat Unair: Peran Ketum PSI Tidak Terlihat, Tak Seperti Parpol Lainnya

Airlangga Pribadi. (Foto: Mandri for jatimnow.com)
Airlangga Pribadi. (Foto: Mandri for jatimnow.com)

jatimnow.com - Pengamat politik Universitas Airlangga, Airlangga Pribadi menuding Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sebagai partai yang otoriter.

Bahkan, Airlangga menyebut jika PSI memiliki keterbelahan karakter dalam menentukan sikap politik. Ibarat dalam kajian psikologi, ada split personality dalam entitas PSI.

Baca Juga: Dosen Ilmu Politik Unesa Soroti Konsolidasi Kekuasaan-Strategi Geopolitik Nasional

Split personality tersebut muncul ketika pencitraan politiknya selalu menampilkan diri sebagai partai yang memperjuangkan demokrasi, kesetaraan, republikanisme dari corak politik modern

"Ini terkait Ketua Dewan Pembina PSI dapat merangkap berbagai jabatan sebagai ketua umum, Sekjen, ketua dewan pertimbangan nasional, ketua dewan pakar nasional dan DPP. Artinya apa? Dalam kelembagaan internal jejak otoritarianisme warisan orde baru tampak melekat dalam partai tersebut," kata Airlangga, Jumat (8/9/2023).

Jejak-jejak warisan otoritarianisme dalam tubuh PSI, kata Airlangga, berkonsekuensi cukup panjang dalam mendegradasi nilai demokratis yang selalu ditunjukkan PSI di 'panggung depan' politiknya.

Baca Juga: Menyoal Konsistensi Komunikasi Publlik Pejabat Negara

"Dengan kekuasaan dewan pembina yang luar biasa, maka dewan pembina yang militeristik ini bisa membatalkan keputusan dari tingkat yang ada di bawahnya,” jelas Airlangga.

"Lagi-lagi corak demokrasi bottom up tidak hadir dalam demokratisasi internal PSI. Tak heran jika peran ketua umum PSI tidak begitu terlihat. Tidak seperti partai politik lainnya," imbuh dia.

Lebih lagi, PSI juga mengalamai semacam keterbelahan antara kesadaran wacana (discursive consciuosness) dan kesadaran praktis (practical consciousness).

Baca Juga: PKS Jatim Siapkan Pasukan Trainer API, Cetak Pemimpin Lewat Sistem

Bahkan, dalam tataran wacana menekankan pada nilai-nilai politik republikanisme seperti tertera dalam AD/ART-nya, namun misalnya saat ada isu liar beberapa waktu lalu terkait wacana tiga periode maupun perpanjangan masa jabatan presiden, PSI bungkam dan tidak menunjukkan keteguhan sikapnya.

"Di sini kembali kita bisa menyaksikan keterbelahan politik dari PSI,” tegas doktor alumnus Murdoch University, Australia itu.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.