Selasa, 16 Jun 2026 21:17 WIB

Sayang dengan Nanas Sortiran, Azizah Sulap menjadi Sari Buah

  • Penulis : CF Glorian
  • | Selasa, 28 Agu 2018 08:50 WIB

jatimnow.com - Samrotul Azizah (37) Warga Desa Sidorejo Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar mampu menghasilkan puluhan juta rupiah perbulannya kala mengolah buah nanas menjadi minuman sari buah. Ide ini berawal ketika ia melihat nanas Sortiran milik suaminya terbuang.

Suami Azizah, Priadi, bekerja sebagai penjual buah nanas ke luar Kota. Nanas yang hendak dikirim, disortir dulu. Hasil nanas sortiran yang dibuang, kemudian dimanfaatkan oleh Azizah istrinya.

Baca Juga: Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

"Ya sayang banget kalau dibuang. Eman mas. Nanas kecil itu banyak sekali. Makanya saya mikir untuk dimanfaatkan lagi," kata Ibu tiga anak tersebut, Senin (27/08/2018).

Keuntungan ini bukan tanpa halangan. Sebelum akhirnya ia berhasil mengubahnya menjadi minuman sari buah nanas, Azizah juga sempat membuatnya menjadi produk lain. Ia sempat merubahnya menjadi Dodol dan Selai.

Dodol dan Selai nanas ini juga telah dipasarkan. Hanya saja, tingkat penjualan keduanya sangat rendah. Produk itu ia titipkan ke penjual roti. Berbagai riset dan bimbingan ia ikuti. Termasuk, mengikuti bimbingan yang dilakukan pemerintah untuk mengembangkan sari buah nanas.

Saat sari buah telah Jadi pun, riset yang dilakukan juga belum berhenti. Azizah pun meminta bantuan tetangganya untuk menjadi panelis minuman ekstrak nanas miliknya tanpa rasa malu.

Baca Juga: Santriwati Asal Kediri Hilang Terseret Ombak di di Pantai Pangi Blitar

"Saya ndak malu mas. Pas jadi ya tak kasihkan ke warga sambil minta pendapat. Rasanya kurang apa, kurang manis atau ndak, bikin serik di tenggorokan apa ndak itu tak tanyakan semuanya mas," kata Azizah sambil mengupas nanas.

Berkat ketelatenannya ini membuat produk Azizah mulai menghasilkan pundi rupiah. Tiga bulan setelah membuat ekstrak nanas secara manual, ia mampu membeli satu set alat pengemasan air seharga delapan puluh juta rupiah.

Ia bermimpi, untuk menjadikan minuman buatan ya ini menjadi minuman khas Blitar yang di kenal masyarakat. "Ya namanya bermimpi mas. Kita jual ke kota besar, dan siapa tahu bisa jadi ikon Blitar," pungkasnya.

Kini Azizah juga memiliki 21 karyawan dengan sistem kerja tiga sifht. Dalam sehari, sebanyak 150 hingga 300 kardus minuman dengan kapasitas 32 kap. Satu kap minuman nanas berisi 120 ml dihargai 25.000 ribu per kardus. Ada juga ukuran 150 ml yang dikemas dalam satu kardus berisi 24 kap yang dijual 20.000 rupiah.

Baca Juga: UNU Blitar Pecat Oknum Dosen Pelaku Pelecehan Seksual

Reporter: CF Glorian

Editor: Erwin Yohanes

 

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.