Korban kericuhan pesilat di Taiwan, Asal Trenggalek Berangkat Sejak 2015
- Penulis : Bramanta Pamungkas
- | Kamis, 07 Sep 2023 08:12 WIB
jatimnow.com - Jainal Fanani (32), warga Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, dikabarkan menjadi korban dalam peristiwa kericuhan perguruan silat di Taiwan beberapa waktu lalu.
Korban meninggal dunia dalam kejadian ini. Selain itu, adik kembar korban, Jainal Syafii juga mengalami luka-luka. Keluarga korban berharap pelaku bisa dihukum setimpal serta proses pemulangan jenazah dapat berjalan lancar.
Baca Juga: Pulang dari Malaysia, Fauzi Bangun Layanan Keuangan Warga Kangean
Perwakilan keluarga korban, Choirul Anam mengatakan korban bekerja di Taiwan sejak 2015 lalu. Rencananya, kontrak kerja korban habis tahun depan dan akan pulang ke Indonesia. Sedangkan Jainal Syafii menyusul kakaknya pada tahun 2019 lalu.
"Kami mendapatkan kabar pertama kali pada Sabtu (2/9/2023) dari Jainal Syafii. Saat itu, saya diberi tahu bahwa Jainal Fanani sedang dalam perawatan intensif, tapi tak lama kami mendapatkan kabar kakak saya sudah meninggal," ujarnya, Kamis (07/09/2023).
Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight
Disinggung soal kebenaran kondisi Jainal Syafii yang sempat dikabarkan kritis, Anam membantahnya. Pasalnya, dari komunikasi terakhir kondisi Jainal Syafii hanya mengalami luka lebam saja.
Pihak keluarga berharap Kepolisian Taiwan dapat mengusut kasus ini dan memberi hukuman setimpal kepada pelaku. Mereka juga berharap jenazah korban dapat segera dipulangkan.
Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung
"Saya meminta agar pelaku dihukum seberat-beratnya," pungkasnya.
Sebelumnya, dua perguruan silat di Indonesia terlibat kericuhan di Taiwan. Berdasarkan pemberitaan media setempat, peristiwa ini terjadi Stasiun Kereta Api Changhua, Kota Changhua Taiwan. Kepolisian sendiri telah mengamankan belasan pelaku yang terlibat dalam kejadian ini. Mereka juga mengamankan barang bukti berupa senjata tajam yang dibawa pelaku.
Editor : Endang Pergiwati