Kamis, 18 Jun 2026 06:09 WIB

Naff dan D'Masiv Meriahkan Festival Literasi Digital di Ponorogo

Festival Literasi Digital di Kabupaten Ponorogo. (Foto: Kominfo Kab. Ponorogo/jatimnow.com)
Festival Literasi Digital di Kabupaten Ponorogo. (Foto: Kominfo Kab. Ponorogo/jatimnow.com)

jatimnow.com - Band Naff dan D'Masiv, dipastikan tampil dalam Festival Literasi Digital yang diadakan di Kabupaten Ponorogo, Minggu (3/9/2023).

Acara ini tak hanya tentang musik, tetapi juga untuk meningkatkan pemahaman dan literasi digital masyarakat.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Kehadiran dua band ternama diharapkan menjadi daya tarik utama bagi masyarakat untuk bergabung dalam diskusi penting tentang literasi digital.

Pendaftaran peserta masih dibuka lebar, dan warga yang ingin ikut serta dapat mendaftar melalui link https://s.id/DaftarPonorogo0309.

“Pendaftaran masih dibuka lebar. Silahkan mendaftar dengan link yang ada,” ujar Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik, Sapto Djatmiko, Sabtu (2/9/2023).

Bagi mereka yang tidak dapat hadir secara langsung, bisa mengikuti secara daring melalui zoom meeting. Acara ini bagian dari program Indonesia #MakinCakapDigital (IMCD) yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) di sejumlah provinsi.

Acara akan dikemas dalam talkshow yang menarik, bekerja sama dengan Pemkab Ponorogo dan dibagi menjadi dua sesi.

“Tema utama yang diangkat adalah Tantangan Transformasi Digital bagi Kemajuan Perekonomian. Acara ini akan menghadirkan enam narasumber yang berpengalaman dalam bidang literasi digital,” jelas Sapto.

Sesi pertama menampilkan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, anggota DPR RI Komisi VI Sartono Hutomo, dan influencer sekaligus business owner Revina Tista.

Sementara di sesi kedua, tiga pembicara akan membahas isu-isu penting terkait literasi digital. Yakni Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur Sherlita Ratna Dewi Agustin, mom influencer Novindah Sochmariyanti, influencer Eva Farida, serta moderator Hilal Apriantyo.

Tujuan dilaksanakannya acara, untuk meningkatkan kecakapan digital, khususnya di kalangan masyarakat Ponorogo. Memotivasi masyarakat agar lebih produktif dalam menggunakan teknologi dan informasi yang mereka miliki. Menyiapkan masyarakat untuk transisi era informasi dan internet yang positif.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

“Dan terakhir, menumbuhkan kesadaran sosial terhadap literasi digital, internet yang sehat, dan pemanfaatan teknologi yang bijaksana,” tambahnya.

Festival melibatkan berbagai kelompok masyarakat, termasuk kelompok pensiunan, nelayan, petani, penyuluh, buruh, UMKM, dan organisasi profesi lainnya di Ponorogo dan sekitarnya.

Selain itu, komunitas seperti komunitas informasi masyarakat, Klub Motor Reog, Komunitas Pemuda Tani Milenial, Paguyuban Kakang Senduk, dan Komunitas Radio Antar-Penduduk juga menjadi target partisipasi.

Untuk diketahui, sebagai bagian dari upaya besar untuk meningkatkan literasi digital di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah memulai program Seminar Literasi Digital yang diinisiasi dalam kerangka Indonesia #MakinCakapDigital (IMCD).

Program ini bertujuan untuk memberikan literasi digital kepada 50 juta warga masyarakat Indonesia hingga tahun 2024. Pada tahun ini, program #literasidigitalkominfo tersebut telah dimulai sejak 27 Januari 2023.

Baca Juga: Jembatan Merah Putih Presisi di Ponorogo Permudah Akses Warga dan Anak Sekolah

Hasil dari upaya ini sudah mulai terlihat, terutama dalam peningkatan Indeks Literasi Digital Indonesia. Kemenkominfo bekerja sama dengan Katadata Insight Center (KIC) untuk mengukur indeks ini. Pada tahun 2021, Indeks Literasi Digital Indonesia mencapai 3.49 dari skala 1 hingga 5, yang menunjukkan peningkatan dari pencapaian tahun sebelumnya sebesar 3.46.

Program IMCD saat ini menargetkan 5,5 juta warga masyarakat, terutama yang belum pernah mengikuti kegiatan literasi digital, sebagai peserta aktif.

Setiap program IMCD selalu mencakup empat pilar utama, yaitu kecakapan digital, etika digital, keamanan digital, dan budaya digital. Hasil survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dan We Are Social menunjukkan bahwa pengguna internet dan media sosial di Indonesia mengalami peningkatan signifikan.

Pada periode 2021-2022, jumlah pengguna mencapai 220 juta orang, sementara pada tahun 2019 jumlahnya tidak lebih dari 175 juta orang.

Ini menunjukkan bahwa semakin banyak masyarakat Indonesia yang terhubung dengan dunia digital.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.