Minggu, 21 Jun 2026 13:05 WIB

Ada Siswa SD Berkumis Ikut Karnaval di Kota Pasuruan, Eh...Ternyata Gus Ipul

  • Penulis :
  • | Kamis, 31 Agu 2023 12:05 WIB
Gus Ipul mengenakan seragam SD meramaikan karnaval di Kota Pasuruan. (Foto: Humas Pemkot Pasuruan)
Gus Ipul mengenakan seragam SD meramaikan karnaval di Kota Pasuruan. (Foto: Humas Pemkot Pasuruan)

jatimnow.com - Ada siswa mengenakan seragam sekolah dasar (SD) berkumis ikut karnaval Agustusan bersama ribuan aparatur sipil negara (ASN) Kota Pasuruan. Eh, ternyata itu Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf (Gus Ipul).

Para ASN yang ikut dalam karnaval itu ada yang mengenakan seragam SD, SMP serta SMA. Bahkan ada beberapa yang mengenakan seragam PAUD. Karnaval berangkat dari depan Stadion Untung Suropati finish di GOR Kota Pasuruan, Rabu (30/8/2023) kemarin.

Baca Juga: Jelang Muktamar NU, Gus Lilur Ingatkan Bahaya Politik Praktis

Gus Ipul mengenakan seragam SD, bawahan merah dengan atasan putih lengkap dengan topi dan dasi serta tas ransel khas anak SD. Sedangkan Ketua PKK Fatma Saifullah Yusuf mengenakan seragam SMA.

"Dunia pendidikan penting karena Indonesia ke depan lihatlah yang di sekolah-sekolah hari ini. Maka karnaval kali ini memang mengambil tema tentang pendidikan,” kata Gus Ipul, dalam siaran pers, Kamis (31/8/2023).

Gus Ipul sengaja menyoroti dunia pendidikan karena saat ini setidaknya ada tiga pekerjaan rumah yang harus dihadapi di dunia pendidikan.

“Ada survei yang menunjukkan setidaknya ada tiga isu besar yang harus kota hadapi bersama di dunia pendidikan,” ujar dia.

Baca Juga: Pidato 4 Bahasa Siswa Sekolah Rakyat Sambut Kunjungan Menteri Sosial ke Gresik

Tiga isu itu adalah, pertama masih maraknya bullying di dunia pendidikan. Di berbagai penjuru negeri isu bullying masih terjadi.

"Harus kita jaga bersama anak-anak kita agar tidak terkena maupun melakukan bullying," kata dia.

Yang kedua adalah terkait kekerasan seksual.

Baca Juga: Gus Ipul Jadi Ketua Panitia Muktamar ke 35 NU

"Kekerasan seksual, hari ini ada berita guru yang mensodomi anak didiknya. Ternyata guru ini dulu pernah jadi korban. Orang yang jadi korban bisa jadi kelak akan jadi pelaku mari kira didik dan lindungi anak-anak kita,” kata dia.

Sedangkan isu ketiga adalah tentang intoleransi yang juga masih terjadi. Di manapun tempatnya terutama di dunia pendidikan, toleransi adalah sebuah prinsip yang harus dijaga bersama.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.