Minggu, 14 Jun 2026 19:35 WIB

Kata Mas Ipin soal Makna Tema Hari Jadi ke-829 Trenggalek

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin saat memimpin prosesi Jamasan. (Foto: Prokopim Trenggalek/jatimnow.com)
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin saat memimpin prosesi Jamasan. (Foto: Prokopim Trenggalek/jatimnow.com)

jatimnow.com - Tiga kata "Ngayomi, Ngayemi, Ngayani" dipilih menjadi tema Hari Jadi ke-829 Trenggalek. Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin mengurai harapan dari tema yang dipilihnya itu.

Menurut Mas Ipin, sapaan bupati, dengan tema tersebut diharapkan Hari Jadi ke-829 Trenggalek mampu menumbuhkan semangat masyarakat untuk saling support dan menguatkan satu sama lainnya.

Baca Juga: Wabup Syah Serahkan Sapi Kurban Prabowo di Trenggalek, Dibeli dari Pogalan

"Secara Tema, kita mengambil tema Ngayomi, Ngayemi, Ngayani", ujarnya usai menjalani prosesi Jamasan Pusaka di Ruang Paringgitan Pendopo Manggala Praja Nugraha, Rabu (30/8/2023).

Ia menambahkan, seluruh masyarakat dapat menjiwai semangat tema hari jadi tahun ini dengan saling mengayomi, saling memberi perasaan ayem, termasuk juga pemerintah dan masyarakatnya juga ngayani.

"Saling memberikan semacam keberkahan, penghidupan, saling tolong-menolong dalam hal ekonomi," imbuhnya.

Baca Juga: Bupati Trenggalek Harap Koperasi Merah Putih Berjalan Sesuai Harapan Prabowo

Tema yang diangkat ini bukan tanpa alasan. Trenggalek masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah yang harus segera teratasi. Seperti masalah kemiskinan ekstrem dan pengentasan stunting. Dua hal tersebut menjadi salah satu fokus utama di Trenggalek.

"Jadi itu semangat yang ingin kita usung, karena kita punya PR seperti kemiskinan ekstrem, pengentasan masalah stanting dan juga urusan-urusan yang lain," terangnya.

Baca Juga: Gema Takbir di Trenggalek, Bupati Ajak Warga Membaca Sayyidul Istigfar

Dalam prosesi hari jadi, Pemkab Trenggalek menerapkan hal yang berbeda. Mereka mengubah ucapan yang biasanya menggunakan karangan bunga artificial atau sterofoam, menjadi rangkaian bunga hidup atau bibit. Harapannya tidak menambah sampah karena bibit bunga bisa dimanfaatkan masyarakat untuk ditanam.

"Kita meminta ucapan yang diberikan dalam bentuk (bunga hidup), bukan karangan bunga artificial atau yang biasanya pakai sterofoam dan segala macam yang menambah sampah. Kita pinginnya dari rangkaian bunga hidup atau bibit. Nanti, silakan masyarakat bibit-bibitnya silahkan diambil. Bisa ditanam, selain melestarikan bumi kita, semoga juga bisa jadi jalan rezeki untuk masyarakat nantinya," pungkasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.