Minggu, 21 Jun 2026 08:12 WIB

Festival Gempi 2023, Mas Bupati Ipin Ingatkan untuk Jaga Alam sebagai Bentuk Kesiapsiagaan

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin saat menghadiri acara Festival Gempi. (Foto: Dok Prokopim Trenggalek)
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin saat menghadiri acara Festival Gempi. (Foto: Dok Prokopim Trenggalek)

jatimnow.com - Menjaga alam menjadi hal yang harus dilakukan sebagai salah satu langkah mitigasi terhadap bencana. Hal ini disampaikan oleh Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin saat menghadiri Festival Gempi (Kesiapsiagaan Gempa Bumi dan Tsunami) di kawasan Prigi 360, Kecamatan Watulimo.

Menurut Bupati yang akrab disapa Mas Ipin ini, salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan menjaga bersama sabuk hijau (green belt) sebagai benteng alami. Termasuk bukit-bukit yang ada di pesisir dekat dengan bibir pantai. Hal itu merupakan berkah dari Tuhan yang harus dijaga bersama.

Baca Juga: Wabup Syah Serahkan Sapi Kurban Prabowo di Trenggalek, Dibeli dari Pogalan

"Kalau bukit-bukit ini kemudian semuanya dikeruk dan segala macam, kita sudah nggak punya tempat yang aman lagi," ujarnya, Sabtu (26/8/2023).

Baca Juga: Bupati Trenggalek Harap Koperasi Merah Putih Berjalan Sesuai Harapan Prabowo

Dengan kondisi bukit yang ada saat ini, masih belum cukup melindungi warga jika terjadi bencana tsunami. Terlebih jika kawasan perbukitan dikepras maka kondisinya akan bertambah parah lagi.

"Maka dari pada itu mari kita jaga alam kita, mari kita jaga bumi kita, kita siapkan diri kita jika terjadi hal terburuk, bukan untuk mengecilkan semangat tetapi ini sebagai bentuk kesiapsiagaan," tuturnya.

Baca Juga: Gema Takbir di Trenggalek, Bupati Ajak Warga Membaca Sayyidul Istigfar

Festival Gempi sendiri digelar dengan harapan semakin banyak masyarakat memahami serta mengetahui jalur evakuasi ketika terjadi tsunami. Festival Gempi dikemas seperti halnya kegiatan jalan sehat namun dengan rute sesuai dengan jalur evakuasi.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.