Sabtu, 20 Jun 2026 14:11 WIB

Ajinomoto Proyeksikan Aktivitas Bisnis Ramah Lingkungan, BRIN: Luar Biasa

Direktur PT Ajinomoto Indonesia Yudho Koesbandryo, saat memberi materi dalam Seminar Nasional Soebardjo Brotohardjono (foto: Ajinomoto for jatimnow.com)
Direktur PT Ajinomoto Indonesia Yudho Koesbandryo, saat memberi materi dalam Seminar Nasional Soebardjo Brotohardjono (foto: Ajinomoto for jatimnow.com)

jatimnow.com - PT Ajinomoto Indonesia (Ajinomoto) kembali mendukung visi pemerintah dengan menciptakan aktivitas bisnis yang ramah lingkungan, atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Direktur PT Ajinomoto Indonesia Yudho Koesbandryo, sekaligus salah satu pemateri mengatakan, menuju tahun 2023 pihaknya di seluruh dunia memiliki visi besar dengan meningkatkan harapan hidup sehat satu miliar orang di seluruh dunia dan megurangi dampak lingkungan dari kegiatan bisnis perusahaan hingga 50 persen.

Baca Juga: Ajinomoto Fasilitasi Sertifikasi Halal 500 UMKM Jabar dan Jatim

Untuk mencapai visi tersebut, Ajinomoto mentransformasi seluruh karyawannya menjadi health provider. Seluruh karyawan Ajinomoto dibekali pengetahuan terkait gizi, kesehatan keluarga dan juga kelestarian lingkungan.

"Grup Ajinomoto Indonesia melakukan proses pengolahan limbah (waste) cair maupun padat untuk kemudian dihasilkan produk samping atau co-products yang memiliki nilai lebih di masyarakat," ujar Yudho, dalam siaran resminya, Kamis (24/8/2023) malam.

Pembekalan tersebut dikemas dalam bentuk Seminar Nasional Soebardjo Brotohardjono XIX: ‘Pengembangan Industri Kimia Hijau Menuju Perwujudan Ekonomi Sirkular’ secara hybrid. Selain karyawan kegiatan kali ini juga melibatkan 220 mahasiswa.

Yudho menambahkan, realisasi ramah lingkungan itu juga ia implementasikan dengan mengurangi buangan emisi karbon untuk meningkatkan efisiensi penggunaan raw material, dan air pada proses produksi dengan mengurangi material plastik pada brand Masako dan inovasi produk MSG Ajinomoto dengan kemasan kertas.

Lalu juga membangun fasilitas pengelolaan sampah (waste station) bersama Rekosistem. Harapannya, upaya ini bisa untuk penggunaan renewable energi seperti panel surya, dan rencana penggunaan biomass sebagai sumber energi yang perlahan menggantikan batu bara.

Baca Juga: SIER Raih Best HR Team pada Human Resources Excellence Awards 2024

"Atas semua upaya tersebut, kami mendapatkan apresiasi dari Kemenperin RI dengan mendapatkan penghargaan Industri Hijau Kategori Level 5 (tertinggi),” imbuh Yudho.

Di tempat sama, Kepala Pusat Riset Teknologi Industri Proses dan Manufaktur, Badan Riset & Inovasi Nasional (BRIN) Dr. Ir. Hens Saputra, M.Eng mengapresiasi rencana bisnis ramah lingkungan tersebut.

Konsistensi penerapan industri hijau itu telah dibuktikan dengan penerapan tujuh pilar. Diantaranya, bahan baku, air, produk, emisi gas rumah kaca, proses produksi, pengelolaan limbah, dan energi.

"Inovasi produk yang lebih mudah degredable, 30 persen itu sudah termasuk luar biasa, namun pastinya ini perlu ditingkatkan,” ucap Hens Saputra.

Baca Juga: Ketika FKM Unair dan Malaysia Abdikan Diri untuk Warga Sumenep

"Untuk bisa ditingkatkan lagi, saya pikir perlu adanya kolaborasi antara sektor industri dengan lembaga penelitian dan pengembangan seperti BRIN, karena sekarang ini di kami menyediakan akses terbuka kepada tenaga ahli, dan kami juga mempunyai fasilitas seperti laboratorium serta perlengkapan penunjang lainnya," sambung dia.

Ia juga berharap, Ajinomoto melanjutkan kolaborasi dengan universitas atau perguruan tinggi, yang mempunyai gagasan atau ide-ide inovatif demi meningkatkan pengembangan aktivitas bisnis di sektor industri yang lebih ramah terhadap lingkungan.

"Hal ini sekaligus membantu para akademisi maupun periset di sektor institusi pendidikan lebih berkembang,” pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.