Minggu, 14 Jun 2026 10:27 WIB

Cerita Pilu Damkar Lamongan, Kerap Dihujat Kambing Hitam Kebakaran

Kabid Damkar, Satpol PP Lamongan Siswanto saat menunjukan perlatan yang dimilik anggotanya. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Kabid Damkar, Satpol PP Lamongan Siswanto saat menunjukan perlatan yang dimilik anggotanya. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Di balik sosok helm besar berjaket tebal sambil menenteng selang air melawan api, seorang petugas pemadam kebakaran rupanya menyimpan kisah kelam tersendiri.

Siapa sangka, di balik besarnya resiko maut yang dihadapi para personil damkar ini ternyata masih sering mendapat perlakuan kurang sopan dari masyarakat.

Baca Juga: Tingkatkan Quick Respon, Damkar Tulungagung Buka Pos Bantu di Wilayah Ngunut

Hujatan hingga cemoohan kerap dilontarkan kepada personil kala datang melakukan tugasnya. Meski secara tersirat, hal itu tentu membuat hati para pasukan orange ini tersakiti.

Kabid Damkar, Satpol PP Lamongan, Siswanto menceritakan bila kecaman bagi pihaknya adalah makanan sehari-hari. Baginya, hal itu merupakan motivasi untuk terus melakukan aksi kemanusiaan.

"Sering, kadang ya disoraki katanya apinya sudah padam baru datang, ada lagi kalau apinya membesar kita yang disalahkan. Padahal kami juga bergerak sesuai info yang kami terima, kadang warga itu kalau nggak apinya besar banget baru menghubungi kita," ungkap Siswanto, Senin (21/8/2023).

Ya, mungkin dalam istilah pewayangan jawa Damkar ini seperti halnya tokoh "Bima" namun juga kerap dilihat sebagai tokoh "Sengkuni".

Baca Juga: BKPSDM Tulungagung Periksa Anggota Satpol PP yang Berjaga di Kantor Disbudpar

Alih-alih bereaksi terhadap sikap kurang sopan tersebut, Siswanto meminta kepada para petugas Damkar agar mencoba membiasakan diri dengan cemoohan tersebut.

"Itu sudah biasa, omong-omongan seperti itu. Intinya jangan diambil hati, yang penting manfaatnya tetap bisa dirasakan masyarakat," ujarnya.

Obrolan singkat tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan, berapa upah seorang Damkar dengan banyaknya resiko yang ditanggungnya?

Baca Juga: Belasan Reklame Rokok Ilegal Dicopot Satpol PP Tulungagung

"Kalau gaji ya nggak banyak mas tapi alhamdulillah, kami ini ada 3 korwil dan 1 kantor utama ada 50 petugas dan semuanya masih berstatus pegawai Honorer," bebernya.

Meski berupah minim tentu tak berdampak pada layanannya. Misalnya soal peralatan, mereka sampai membuat sendiri alat-alat keselamatan bukan membeli.

"Seperti alat tangkap ular ini kreasi teman-teman, sepatu pemadam itu seadanya tidak yang tahan panas. Tapi perlahan kini mulai pengadaan barang," urainya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.