Minggu, 14 Jun 2026 21:25 WIB

Upaya Pemdes Sukaoneng Bawean Dalam Melestarikan Tradisi Dhunka

Suasana lomba dhunka di Pulau Bawean (Foto: Dok. Pemdes Sukaoneng Bawean for jatimnow.com)
Suasana lomba dhunka di Pulau Bawean (Foto: Dok. Pemdes Sukaoneng Bawean for jatimnow.com)

jatimnow.com - Melestarikan budaya dan tradisi lokal, Pemerintah Desa (Pemdes) Sukaoneng, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, menggelar lomba dhungka. Dhungka yakni musik yang tercipta dari alat penumbuk padi tradisional.

Kepala Desa Sukaoneng, Abdul Hayyi menjelaskan dalam perlombaan ini setiap tim beranggotakan 10 orang yang terdiri dari pemusik dan penyanyi.

Baca Juga: Pemancing Tenggelam di Kali Lamong Gresik Akhirnya Ditemukan

"Musiknya bervariasi mulai dari pantun, selawat hingga lagu melayu. Agar lebih meriah setiap tim juga melakukan yel-yel," kata Abdul Hayyi, Jumat (18/8/2023).

Hayyi menjelaskan bahwa dhunka atau musik yang dihasilkan dari lesung dan alu tersebut kini sudah mulai langka ditemukan di Pulau Bawean.

Baca Juga: Pemancing Tenggelam di Kali Lamong Gresik, Pencarian Terkendala Arus Deras

Dulu dhunka selalu dimainkan di acara pernikahan. Namuh hal itu sudah sangat langka karena tergeser dengan hiburan modern macam orgen tunggal atau electone.

"Karena itu kami dari Pemdes Sukaoneng termotivasi untuk melestarikan budaya dan tradisi di Pulau Bawean agar generasi muda Bawean tetap mengerti dan memahami budaya dan tradisinya," jelasnya.

Baca Juga: Kampung SIBA KLASIK Gresik Terapkan Kurban Minim Sampah

Nilai plus lainnya menurut Hayyi, dengan dilestarikkannya budaya dan tradisi Bawean tentu akan menambah daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Pulau Putri, julukan Pulau Bawean.

"Jika budaya dan tradisi asli Bawean terjaga tentu bisa meningkatkan industri pariwisata dan bermanfaat bagi masyarakat Bawean pada khususnya dan Kabupaten Gresik pada umumnya," harap Hayyi.gre

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.