Sabtu, 20 Jun 2026 16:32 WIB

Perajin Layang-layang Lamongan Kebanjiran Pemesan, Berkah Kemarau

Perajin layang-layang Lamongan, Jhony saat melakukan rutinitasnya bersama cucunya. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Perajin layang-layang Lamongan, Jhony saat melakukan rutinitasnya bersama cucunya. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Puncak musim kemarau menjadi berkah tersendiri bagi para perajin layang-layang di Lamongan. Permintaan masyarakat akan permainan tradisional tersebut meningkat akhir-akhir ini.

Jhony, perajin layang-layang sowangan asal Desa Deket Kulon, Kecamatan Deket, Lamongan ini kecipratan berkahnya.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Menurut Jhony animo masyarakat tidak dirasakan oleh masyarakat lokal Lamongan saja, melainkan warga luar kota seperti Gresik, Tuban hingga Bojonegoro.

"Selain Lamongan, orang Gresik, Tuban, sampai Bojonegoro juga beli di saya. Laris-larisnya sih kemarau mungkin karena bareng Agustus juga makanya ramai," ungkap Jhony, Senin (14/8/2023).

Memanfaatkan halaman rumahnya, Jhony ditemani seorang cucunya mampu penghasilkan puluhan kerangka layang-layang sowangan. Namun karena banyaknya permintaan ia pun sampai tak mampu lagi menyampul sendiri.

"Nggak mampu kalau harus ngasih samak (sampul) juga, saya bagian buat kerangka nanti yang kasih sampul saya nyuruh orang,"bebernya.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Dalam sehari, diaku Jhony, minimal ada 8 buah layang-layang terjual hingga maksimal 16 buah. Kalau harganya bervariasi mulai Rp300 ribu hingga Rp25 ribu.

"Tapi ini yang paling laris ya yang ukuran menengah antara harga Rp60 ribu dan Rp10 ribu," akunya.

Jhony yang telah menjadi perajin layang-layang sejak 1986 silam, mengaku musim layang-layang masih akan terus berlangsung sejalan dengan kemarau.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

"Alhamdulillah syukur mas, usaha mebel sepi pindah layang-layang sowangan, pindah-pindah tergantung musim," katanya.

Untuk membuat layang-layang sowangan, Jhony tak butuh waktu lama dan cukup mudah akan tetapi butuh ketelatenan.

"Caranya cukup bambu dirangkai, diberi sampul dengan teknik khusus. Tapi kayunya ditimbang harus pas dan sampulnya dipanaskan perlahan biasanya memanfaatkan obat nyamuk bukan lilin," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.