Jumat, 12 Jun 2026 13:00 WIB

4 Kriteria Sosok yang Layak jadi Pj Gubernur Jatim

Khofifah-Emil saat awal menjabat. (Foto: dok. jatimnow.com)
Khofifah-Emil saat awal menjabat. (Foto: dok. jatimnow.com)

jatimnow.com - Pakar Komunikasi Politik Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Dr Suko Widodo menyebutkan, setidaknya ada 4 kriteria sosok yang pantas ditunjuk untuk mengisi kekosongan jabatan gubernur dan wakil gubernur Jatim.

Seperti diketahui masa kepemimpinan pasangan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak sebagai pemimpin Jawa Timur berakhir 31 Desember 2023. Itu sesuai UU No 10 Tahun 2023 tentang Pilkada.

Baca Juga: Bareng Muslimat NU, Gubernur Khofifah Dorong Sertifikasi Aset Organisasi

4 Kriteria

Suko mengatakan, kriteria pertama yakni paham tentang kultur dan sosial politik warga Jatim yang cukup beragam. Jatim memiliki masyarakat multikultur. Sehingga, socio political cultur menjadi poin penting.

"Socio cultural itu soal kebudayaan. Jawa Timur itu multikultur, ada Madura, ada Pandalungan, ada Arek, ada Mataraman. Tentu penanganannya harus sepaham. Kalau sosial politik, Jawa Timur kekuatan politiknya cukup berimbang dan bervariasi," ungkap Suko, Rabu (9/8/2023) malam.

Kriteria kedua, yaitu memiliki kapasitas leadership yang memadai. Menurut Suko, sosok yang pantas menjadi Pj Gubernur Jatim adalah yang memiliki pengalaman di berbagai bidang.

Baca Juga: Gubernur Jatim Terbitkan SE Peningkatan dan Pencegahan Gangguan Keamanan

"Leadership itu gini, orang keuangan misalnya. Dia kan nggak bisa memimpin Jawa Timur karena nggak punya keahlian leadership yang berkaitan secara umum," jelas dosen Komunikasi Unair tersebut.

Ketiga, adalah dia yang memiliki orientasi kewilayahan secara luas.

"Ada orang-orang yang tidak pernah punya pengalaman wilayah, ngurusi menungso, ngurusi alam. Misalkan, dosen biasa ngurus buku, ya gak iso lah ngurus wong," tutur Suko.

Baca Juga: Gubernur Jatim Ingatkan Bupati-walikota Pertimbangkan Kenaikkan Tarif PBB-P2

Terakhir yang keempat, adalah sosok yang memiliki pengalaman dalam mengelola anggaran sekelas provinsi. Menurutnya ini penting, karena anggaran di provinsi tak sebesar di tingkat kabupaten/kota.

"Ini penting karena triliunan. Misalnya seorang bupati, itu kan kecil karena di daerah. Atau dari departemen yang pangkatnya kabag, kan nggak mungkin. Jadi, paling tidak dia harus punya pengalaman mengelola anggaran triliunan," sebutnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.