Rabu, 17 Jun 2026 08:07 WIB

Kemarau, Kejadian Kebakaran di Lamongan Tembus 28 Kasus

Petugas pemadam kebakaran Lamongan saat melakukan penyisiran lokasi terjadinya kebakaran ruko beberapa waktu yang lalu. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Petugas pemadam kebakaran Lamongan saat melakukan penyisiran lokasi terjadinya kebakaran ruko beberapa waktu yang lalu. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Musim kemarau membuat Pemadam Kebakaran (Damkar) Lamongan kelimpungan. Sebab, dalam periode tersebut kebakaran masif terjadi di Kota Soto.

Tercatat selama musim kemarau antara Juli sampai Juni, kebakaran yang terjadi tembus di angka 22 kasus.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Sementara pada puncak musim kemarau, tepatnya di bulan Agustus, sampai awal minggu kedua ini telah terjadi 4 kasus kebakaran.

"Total, musim kemarau 2023 sampai saat ini terjadi 28 kasus kebakaran, itu yang kami tangani dan dilaporkan," ungkap Kabid Damkar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lamongan, Siswanto, Rabu (9/8/2023).

Menurut data yang dihimpun, data kebakaran melonjak saat terjadi di kawasan hutan dan perkebunan. Data tersebut juga ditambah dengan kebakaran rumah, kandang ternak serta industri.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

"Karena musim panas, jadi apapun objeknya, semisal perkebunan akan mudah terbakar. Selain itu pula cepat merembet hingga menyebabkan sulit dilokalisir," bebernya.

Menanggapi berbagai kemungkinan yang akan terjadi, Damkar Lamongan kini pun telah bersiap diri, seperti menyiapkan peralatan hingga pengadaan barang keselamatan, seperti alat penyiram air hingga sepatu ati api.

"Selain itu, kita juga terus lakukan edukasi dan sosialisasi baik medsos maupun menggelar pertemuan," ujar Siswanto.

Baca Juga: Puskesmas Tiron Kediri Terbakar, Api Muncul dari Area Lemari Es Apotek

Lebih jauh, Siswanto mengimbau agar warga tak bersikap acuh akan potensi kebakaran. Berbuat seminim mungkin agar tidak menyebabkan insiden.

"Tidak membuang putung rokok, juga jangan membakar sampah sembarangan, untuk lahan pertanian kalau ingin membakar bekas panen, perhatikan arah angin dan awasi. Intinya, lebih awas diri dan semoga kita semua terhindar dari musibah," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.