Sabtu, 20 Jun 2026 08:33 WIB

Pameran Meteorit Digelar di Pendopo, Bupati Jember Sebut Perlu Kajian Lebih Dalam

  • Penulis :
  • | Minggu, 06 Agu 2023 10:10 WIB
Bupati Jember Hendy Siswanto saat membuka pameran meteorit yang di aula Pendopo Wahyawibawagraha, Jumat kemarin (4/8/2023).
Bupati Jember Hendy Siswanto saat membuka pameran meteorit yang di aula Pendopo Wahyawibawagraha, Jumat kemarin (4/8/2023).

jatimnow.com - Klaim pertama kali di dunia, disebutkan Bupati Jember Hendy Siswanto saat membuka pameran meteorit yang di aula Pendopo Wahyawibawagraha, Jumat kemarin (4/8/2023).

Bupati Hendy mengakui perlunya kajian teknis lebih mendalam lagi untuk memberikan legitimasi keasliannya

Baca Juga: Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

“Ini pertama kali ada di dunia, dan memang perlu kajian teknis lebih mendalam lagi untuk memberikan legitimasi keasliannya. Pengujiannya itu ada di luar negeri karena memang di Indonesia belum ada,” kata Bupati Hendy Siswanto.

Pameran meteorit ini sendiri digelar dalam rangkaian acara dari perhelatan Jember Fashion Carnaval (JFC) bertajuk ‘Timelapse’,

Sementara itu, Ketua Panitia Pameran Meteorit, Suyanto mengatakan, Indonesia mempunyai banyak benda-benda luar angkasa jika dibandingkan dengan negara lain.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Jember Capai 6,35 Persen, Tertinggi di Kawasan Sekar Kijang

Kondisi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Indonesia, terkhusus bagi Jember, tambahnya.

"Saat ini terdapat 78 benda meteorit yang dipamerkan kali ini berbahan logam dan kristal dengan berbagai bentuk. Untuk mengumpulkan benda-benda meteorit ini guna dipamerkan memang lumayan susah, karena memang penemunya kebanyakan tidak mau benda-benda meteorit ini dipublikasikan, mengingat benda langka.

Baca Juga: Kecewa Harga Mentimun Rp500 per Kg, Petani Jember Bagikan Panen Gratis

Benda meteorit tersebut, dikatakan Suyanto, ditemukannya benda-benda ini dari berbagai daerah di Pulau Jawa. Untuk proses pengujian keaslian benda-benda meteorit ini, membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

“Cukup tinggi biaya pengujiannya, untuk satu benda saja bisa sampai Rp. 2 miliar lebih, untuk lembaga pengujiannya itu ada dari Jepang, Inggris, Amerika, Perancis,” pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.