Senin, 22 Jun 2026 17:41 WIB

Generasi X Dominasi Pemilih Pemilu 2024 di Tulungagung, Opo Kuwi Cah?

Pemetaan usia pemilih dalam DPT di Tulungagung. (Foto: KPU Tulungagung)
Pemetaan usia pemilih dalam DPT di Tulungagung. (Foto: KPU Tulungagung)

 

jatimnow.com - Mayoritas pemilih pada Pemilu 2024 di Kabupaten Tulungagung masuk dalam generasi X. Angka pemilih generasi X ini mencapai 31,1 persen atau 267.017 pemilih.

Baca Juga: Harga BBM Naik, Anggaran Operasional Bus Sekolah di Tulungagung Membengkak

Selain itu terdapat generasi pre-boomer yakni pemilih yang lahir sebelum tahun 1945 yang mencapai 2,9 persen atau 24.785 pemilih. Adanya klasifikasi usia ini membuat KPU setempat harus melakukan penyesuaian sosialisasi karena terjadi gap usia yang cukup berbeda.

Komisioner KPU Tulungagung Divisi Perencanaan Data dan Informasi, Safari Hasan mengatakan, total Daftar Pemilih Tetap untuk Pemilu 2024 di Kabupaten Tulungagung saat ini mencapai 858.803 pemilih.

KPU telah membagi jumlah tersebut menjadi lima klasifikasi berdasarkan usia. Dimulai dari preboomer yakni pemilih yang lahir sebelum tahun 1945 yang mencapai 2,9 persen atau 24.785 pemilih.

Baby boomer yakni pemilih yang lahir antara tahun 1946 hingga 1964 mencapai 18,2 persen atau 156.099 pemilih.

Generasi X yang lahir antara 1965 hingga 1980 mencapai 31,1 persen atau 267.017 pemilih.

Baca Juga: Permudah Pengurusan e-KTP, Dispendukcapil Tulungagung Jemput Bola ke Sekolah

Generasi milenial yang lahir antara 1981 hingga 1996 mencapai 28,5 persen atau 245.086 pemilih.

Generasi Z yang lahir antara tahun 1997 hingga 2007, mencapai 19,3 persen atau 165.816 pemilih.

"Jika dilihat berdasarkan klasifikasi usia, ada jarak yang cukup jauh antara generasi tua dan generasi muda. Hal ini tentu akan berdampak pada Pemilu 2024 di Tulungagung," ujarnya, Sabtu (5/8/2023).

Pemetaan ini berdampak pada dua hal yakni perubahan cara sosialisasi dan pelaksanaan Pemilu 2024. KPU harus membedakan cara sosialisasi pemilu kepada generasi pre boomer dan baby boomer. Kedua generasi ini dianggap memerlukan cara dan pendekatan khusus dalam hal sosialisasi.

Baca Juga: Serapan Gabah Tinggi, Gudang Bulog Tulungagung Penuh

"Generasi tua ini memang tidak melek teknologi. Sehingga memerlukan pendekatan khusus untuk memberikan sosialisasi kepada mereka, berbeda dengan generasi mileneal, generasi X dan Z yang sudah bisa beradaptasi dengan teknologi" tuturnya.

Sedangkan untuk tahapan pelaksanaan pemilu, diperlukan sarana dan prasarana khusus untuk pemilih pre-boomers dan baby boomers. Kedua generasi ini sudah memasuki lanjut usia dan memerlukan bantuan saat pelaksanaan pemilu. KPU sendiri berkomitmen menciptakan Pemilu 2024 ramah lansia.

"Upaya yang kami lakukan adalah menyiapkan sarana-prasarana lansia. Misalnya, menentukan TPS paling dekat dengan domisili mereka serta menyediakan alat khusus untuk mempermudah pelaksanaan," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.