Kamis, 18 Jun 2026 07:58 WIB

Upaya BPBD Ponorogo Tangani Krisis Air Bersih akibat Kemarau Panjang

Dropping air oleh BPBD Ponorogo di Desa Duri Kecamatan Slahung. (Foto: BPBD Ponorogo for jatimnow.com)
Dropping air oleh BPBD Ponorogo di Desa Duri Kecamatan Slahung. (Foto: BPBD Ponorogo for jatimnow.com)

jatimnow.com - Kabupaten Ponorogo mulai mengalami kemarau panjang pada bulan Agustus 2023. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo telah melakukan dropping air sebagai tindakan awal untuk mengatasi kekeringan yang dialami oleh sebagian warga.

“Dropping air pertama dilakukan di Desa Duri, Kecamatan Slahung, pada awal Agustus,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, Surono, Jumat (4/8/2023)

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Dia mengaku tim BPBD Ponorogo menggelontorkan satu tangki air, setara dengan 6 ribu liter, untuk membantu warga yang mengalami kekeringan. Pada pekan ini, hanya satu kali dropping air yang dilakukan.

“Namun kemungkinan minggu depan akan meningkat menjadi dua tangki, setara dengan 12 ribu liter," kata Surono kepada jatimnow.com.

Menurutnya, Desa Duri, Kecamatan Slahung, menjadi salah satu daerah yang paling terdampak kekeringan. Terdapat 56 kepala keluarga yang mengalami kekeringan, atau sekitar 150 jiwa.

Baca Juga: Ruang Kelas Ambruk, BPBD Tulungagung Siapkan Tenda Darurat Untuk Belajar Siswa

"Masih awal di Desa Duri yang kekeringan. Entah nanti kedepan bagaimana. Ada tambahan kekeringan atau tidak," jelas Surono.

Meskipun saat ini baru Desa Duri yang mengalami kekeringan, ada potensi bahwa kemarau dapat menyebar ke beberapa desa lainnya di wilayah Ponorogo.

BPBD Ponorogo memperkirakan bahwa puncak kekeringan akan terjadi pada bulan September, sesuai dengan prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Baca Juga: Tiga Warga Blitar Terseret Arus Sungai Brantas, Satu Dinyatakan Hilang

BPBD telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi kekeringan, termasuk pembuatan sumur di Desa Duri. Namun, upaya tersebut belum sepenuhnya efektif karena beberapa faktor, seperti lokasi sumur yang berada di bawah tanah dan kebutuhan pompa yang cukup besar.

“Oleh karena itu, droping air menjadi solusi yang dilakukan setiap tahun untuk membantu warga yang mengalami kekeringan, khususnya di Desa Duri,” pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.