Kamis, 18 Jun 2026 19:52 WIB

Puluhan Desa di Bangkalan Langganan Darurat Air Bersih saat Kemarau

Dropping air bersih di Bangkalan. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)
Dropping air bersih di Bangkalan. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)

jatimnow.com - Musim kemarau di Bangkalan menyebabkan puluhan desa mengalami kekeringan. Akibatnya pasokan air bersih berkurang. Sehingga masyarakat hanya menunggu adanya dropping air bersih untuk memenuhi kebutuhan.

Salah satu warga Desa Pangeleyan, Kecamatan Tanah Merah, Bangkalan, Farizi mengatakan warga desanya selalu mengalami kesulitan air bersih setiap tahun di musim kemarau.

Baca Juga: Puluhan Tandon Air Disiapkan BPBD Tulungagung Untuk Antisipasi Kekeringan

"Tiap kemarau, kami hanya bisa menunggu adanya dropping air bersih untuk kebutuhan sehari-hari," ujarnya, Senin (31/7/2023).

Ia mengatakan, dropping air bersih tak dilakukan setiap hari oleh pemerintah Kabupaten Bangkalan. Sehingga, agar kebutuhan air setiap harinya bisa terpenuhi, ia dan warga sekitar harus berjalan kaki ke sumur yang letaknya 7 kilometer dari rumahnya.

"Dropping kan tidak setiap hari. Jadi ya harus jalan kaki ke sumur di tengah sawah sana. Jaraknya lumayan 7 kilo," imbuh Farizi.

Ia berharap, pemerintah setempat dapat menemukan solusi agar kekeringan tidak terjadi setiap tahun. Sebab menurutnya, dropping air bersih bukanlah solusi yang bisa digunakan untuk jangka panjang.

Baca Juga: Tiar Karbala Resmikan Sumur Air Bersih untuk Korban Banjir Aceh

"Kami menilai pemerintah serta para wakil rakyat disana paham betul bagaimana solusi agar masyarakat tidak kekeringan terus menerus. Kami harap pemerintah serius menanggapi kekeringan ini," jelasnya.

Sementara itu, Plt Bupati Bangkalan, Mohni mengaku potensi kekeringan bisa terjadi di 72 desa di Bangkalan.

Saat ini, pihaknya sudah menyiapkan 6 armada truk tangki air untuk secara bergantian melakukan droping air bersih ke warga terdampak.

Baca Juga: Diduga Sengaja Lompat ke Sungai Tunjung Bangkalan, Ibu dan Anak Ditemukan Tewas

"Karena armadanya terbatas, jadi untuk droping dilakukan secara bergantian. Semua daerah terdampak sudah didata," pungkasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.