Sabtu, 20 Jun 2026 19:39 WIB

Mengenal Eky Rawanto, Penari Tuna Rungu asal Lamongan yang Inspiratif

Eky Rawanto, penari penyandang tuna rungu seusai perform di Festifal Difabel Megilan di Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Eky Rawanto, penari penyandang tuna rungu seusai perform di Festifal Difabel Megilan di Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Menyandang kondisi tuna rungu tak membuat kreativitas Eky Rawanto menjadi serba terbatas. Warga Sumbijajar, Kecamatan Kembangbahu, Lamongan ini patut diacungi jempol karena semangatnya menekuni dunia seni selalu membumbung tinggi.

Meski pendengarannya terbatas, ia begitu mahir mengikuti alunan musik dan memadukannya dengan gerakan yang indah. Tubuhnya meliuk gemulai ciri khas penari ulung.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Kepiawaian Eky terlihat tatkala mempersembahkan sebuah tari Kabet Ngigel yang ditampilkan saat Festival Difabel Megilan jilid 2 di Pendopo Lokantantara Kabupaten Lamongan, Selasa (25/7/2023).

Tak mau dipandang sebelah mata, Eky mempersembahkan yang terbaik bak profesional lengkap dengan kostum dan rias berkarakter di wajahnya.

Menariknya, ketertarikan Eky akan seni tari muncul sejak lama dan belajar secara otodidak. Untuk tarian Kabet Ngigel yang memiliki gerakan sulit serta makna mendalam yang menceritakan budaya Jogja dan Jawa Barat, Eki memerlukan waktu 5 tahun mempelajarinya.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

"Tarian ini Belajar 5 tahun lalu sejak masih sekolah, belajar sendiri secara otodidak," ungkap Eki melalui Firda, Panitia Forum Perlindungan dan Pemenuhan Hak Disabilitas (FP2HD) Lamongan.

Atas kepiawaianya dan dedikasihnya, Eky kemudian diangkat menjadi guru di salah satu Sekolah Luar Biasa (SLB) di Lamongan.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

Sementara itu, Ketua FP2HD Lamongan Try Febri Khoirun Nidhom dalam sambutannya menyampaikan, Eky adalah salah satu anggota FP2HD yang dapat menjadi contoh untuk bisa mengembangkan keinginannya.

"Ke depan kami harap tidak hanya berhenti disini, kegiatan seperti Festival Difabel Megilan ini terus berlanjut tentu dengan kolaborasi bersama Pemkab Lamongan agar bisa meningkatkan kemampuan para penyadang disabilitas di Lamongan," bebernya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.