Jumat, 19 Jun 2026 04:43 WIB

Dindik Ponorogo Sebut Turunnya Siswa Karena Sukses KB, Benarkah?

Wakil Ketua DPRD, Dwi Agus Prayitno (Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Wakil Ketua DPRD, Dwi Agus Prayitno (Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2023/2024 menyisakan permasalahan di Ponorogo. Lantaran 5 Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Ponorogo tidak mendapatkan siswa sama sekali.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo, Nurhadi Hanuri mengklaim kondisi ini karena suksesnya program keluarga berencana (KB)

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

“Hasil PPDB 2023, khususnya SD ada 5 sekolah yg tidak mendapatkan murid, ini menunjukkan KB sukses,” ujar Nurhadi, beberapa waktu lalu.

Namun, Wakil Ketua DPRD, Dwi Agus Prayitno menyoroti hal tersebut. Dia menjelaskan bahwa alasan KB sukses hanya pembenaran dari Dindik Ponorogo.

Dia menyebutkan pembenaran bukan tanpa alasan. Bahwa dari data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) tidak menunjukkan KB sukses.

“Mereka yang masuk SDN berusia 7 tahun atau mereka yang lahir pada 2016 lalu kan?” beber politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Dia menjabarkan dari data Dispendukcapil tahun 2016 angka kelahiran adalah 11.485 orang. Dibandingkan sebelumnya, kata dia, tahun 2015 angka kelahiran adalah 11.303.

“Sehingga dilihat dari situ ada kenaikan sebesar 128. Itu tadi data dari Dispendukcapil ada penambahan angka kelahiran pada 2015 ke 2016,” tegasnya.

Baca Juga: Tulungagung Deklasikan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 Bebas Titipan

Kecuali, jelas dia, tahun depan. Menurutnya, dari data Dispendukcapil Ponorogo memang ada pengurangan angka kelahiran dari 2016 ke 2017.

“Saya prihatin, bahwa SDN di Ponorogo yang sedang “sakit” tidak hanya 5 saja. Akan tetapi ada 547 yang tidak memenuhi kuota atau pagu,” urainya.

Dia mengaku, kondisi saat ini jauh dari harapan, karena SDN bakal bertambah seiring dengan terbitnya Perbup No. 37 tahun 2022.

Dalam Perbup No 37 tahun 2022 itu diharapkan di SDN ada pendidikan karakter, ada tambahan pendidikan agama, sehingga menarik minat orang tua untuk menyekolahkan ke SD negeri.

Baca Juga: Klarifikasi Dugaan Praktik Titipan Jabatan, Komisi D DPRD Jember Panggil Dispendik

“Apa yg menjadi harapan Perbup No. 37 ternyata kan tidak ada artinya. Maunya ada tambahan pendidikan. Tetapi para orang tua lebih tertarik ke MI atau sekolah swasta. Kami akan tanya ke Dindik bagaimana langkah konkritnya,” pungkasnya.

Data Angka Kelahiran di Dukcapil Ponorogo selama 9 tahun terakhir

2014 : 12.010 
2015 : 11.303
2016 : 11.485
2017 : 11.015
2018 : 10.930
2019 : 11.138
2020 : 11.123
2021 : 10.230
2022 : 8.482

 

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.