Rabu, 17 Jun 2026 13:28 WIB

Penemuan Batu Bata Kuno Diduga Struktur Candi di Sawah, Hebohkan Warga Lamongan

Lokasi ditemukannya batu bata diduga peninggalan sejarah di Modo, Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Lokasi ditemukannya batu bata diduga peninggalan sejarah di Modo, Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Batu bata merah diduga peninggalan bersejarah ditemukan di Dusun Ranjung, Desa Kedungwaras Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan. Penemuan itu pun sontak menghebohkan warga setempat.

Pasalnya, penemuan tersebut diketahui pertama kali oleh Muhammad Hasan, petani setempat saat mencangkul lahan sawah miliknya.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

"Ditemukan batu bata yang diduga tumpukan bangunan kuno di Desa Kedungwaras, saat warga menggali tanah untuk meratakan sawahnya, pada Kamis, malam Jumat (13/7/2023), sekira pukul 19.00 WIB," ujar Kepala Desa Kedungwaras, Moh. Nawir Gozali, Kamis (20/7/2023).

Menurut, pemerhati sejarah dan budaya Lamongan, Supriyo menyampaikan bahwa batu bata kuna yang ditemukan itu berukuran lebar 19-20 cm, panjang 29-30 cm dan tebal 6 cm. Memiliki struktur berlapis dan membentuk sebuah sudut bangunan.

"Warga kemudian memutuskan untuk berhenti menggali. Keadaan temuan bata kuno tersebut terlihat masih membentuk struktur meski kelihatan terguling dan sebagian batanya pecah-pecah," terang Supriyo.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Atas adanya temuan tersebut, sambung Supriyo, akhirnya warga melalui Pemerintah Desa (Pemdes) Sugihwaras melaporkan temuan itu ke Camat Modo dan diteruskan ke Bupati Lamongan. Saat ini, lokasi temuan itu juga dipasangi penanda agar kondisinya tetap terjaga.

"Temuan ini kemarin sudah dilaporkan ke Bupati Lamongan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lamongan, serta BPK (Balai Pelestarian Kebudayaan) Wilayah XI. Semoga struktur dari bangunan ini bisa segera diketahui melalui survei penyelamatan," jelasnya.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

Lebih lanjut, Supriyo memperkirakan bahwa struktur utama dari bangunan yang diduga memiliki nilai bersejarah tersebut masih tertanam di dasar tanah. Dugaan sementaranya, batu ini berasal dari era kerajaan Majapahit.

"Kalau perkiraan saya, dilihat dari ukuran batunya serta bentuknya yang lebih tipis, batu bata ini berasal dari era Majapahitan," tandasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.