Kamis, 18 Jun 2026 14:16 WIB

Pedagang Pernak-Pernik Serbu Lamongan Jelang HUT Kemerdekaan RI, Ini Alasannya

Eem Sulaeman, pedagang pernak-pernik dan bendera asal Garut yang pilih berjualan di Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Eem Sulaeman, pedagang pernak-pernik dan bendera asal Garut yang pilih berjualan di Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Momen HUT Kemerdekaan RI selalu dimanfaatkan pedagang pernak-pernik dan bendera untuk meraup cuan. Tahun ini, para pedagang terpantau sudah memadati jalan perkotaan di Kabupaten Lamongan.

Meski masih pertengahan bulan Juli, para pedagang sudah membuka lapak dan menjajakan dagangan mereka. Uniknya, setiap menjelang Agustus Kabupaten Lamongan selalu menjadi salah satu tempat jujugan untuk mereka berjualan.

Baca Juga: Pemkab Lamongan Matangkan Skema Hadapi Kemarau Panjang 2026

Eem Sulaeman (64), penjual pernak-pernik HUT Kemerdekaan RI di Jl. Basuki Rahmad, atau depan Kantor DPRD Lamongan mengaku bahwa ia dan 10 orang rekanya mulai berjualan sejak Minggu, 16 Juli lalu. Mereka berasal dari Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

"Saya berangkat rombongan bersama 10 orang pedagang lainya, itu yang satu grup. Biasanya bisa 3 grup berbeda berdagang di sini (Lamongan)," ungkap Eem Sulaeman, Kamis (20/7/2023).

Sulaeman beralasan, bahwa kehadirannya membuka lapak jauh-jauh hari ialah agar warga tahu titik lokasi dan langsung bisa mendatangi lokasi apabila mencari bendera atau pernak-pernik HUT Kemerdekaan RI.

"Warga biar tahu, apabila mencari bisa ke lapak-lapak penjual," bebernya.

Meski demikian, Sulaeman mengatakan bahwa modal untuk menjadi pedagang bendera tidaklah sedikit. Untuk satu lapak miliknya sendiri, Sulaeman harus mengeluarkan modal sekitar Rp 18 juta.

Baca Juga: Variasi Harga di Sentra Bendera Merah Putih Wonokromo Surabaya

"Di daerah saya, Kecamatan Leles itu seluruh warganya membuat bendera dan pernak-pernik. Sekitar 3 bulan sebelum Agustus proses pembuatan sudah mulai dilakukan. Kalau masuk Juli seluruh warga khusus laki-laki pasti pergi berdagang ke seluruh penjuru Nusantara," ujarnya.

Menurut pengakuan Sulaeman, Kabupaten Lamongan memang menjadi magnet tersendiri bagi pedagang bendera asal Garut. Bahkan, Sulaeman sendiri telah menjadi pedagang bendera di Lamongan sejak 2002 silam.

"Bagi warga daerah saya Lamongan ini enak, orangnya ramah, baik, untuk makan pun nggak susah. Kalau didaerah lain masih sulit, apalagi kota besar, disini dagangan di tinggal sholat gitu aman nggak akan hilang," terangnya.

Baca Juga: 12 Nama Diperiksa KPK Terkait Proyek Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan

Sementara harga bendera dan pernak-pernik cukup bervariatif, mulai Rp 15 ribu untuk bendera kecil dan Rp 25 ribu ukuran sedang, dan besar sekitar 2 meter dihargai Rp 30 ribu. Sedangkan umbul-umbul dihargai Rp 150 - 200 ribu.

"Dagangan laris itu ya sekitar bulan 1 Agustus sampai 14 Agustus," pungkasnya.

 

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.