Kamis, 18 Jun 2026 01:01 WIB

Rayakan Suroan, Warga Sapta Darma Sidoarjo Gelar Rangkaian Acara di Sanggar

Warga Sapta Darma Kabupaten Sidoarjo saat menjalankan ibadah sujud.(Foto : Hadi Sanadi for jatimnow.com)
Warga Sapta Darma Kabupaten Sidoarjo saat menjalankan ibadah sujud.(Foto : Hadi Sanadi for jatimnow.com)

jatimnow.com - Satu Suro dimaknai sebagai hari raya bagi penganut kepercayaan Sapta Darma. Demikian pula bagi penganut Sapta Darma di Sidoarjo.

Hadi Sanadi (70), pemuka kepercayaan Sapta Darma Kabupaten Sidoarjo menjelaskan, peringatan Hari Raya Suro akan digelar sesuai jadwal di berbagai sanggar Sapta Darma di Sidoarjo.

Baca Juga: Karyawan BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo Gotong Royong Tanam Pucuk Merah

"Peringatan Hari Raya Suro ini diadakan sesuai jadwal di 12 sanggar yang ada di Sidoarjo. Mulai tanggal 20 Juli di Sanggar Kali Apuh, 25 Juli di Kali Kecabean, 2 Agustus Baleworo Krembung, 6 Agustus Ngaban Tanggulangin dan yang terakhir sebagai penutupan di sanggar pusat yang tertua di Sidoarjo, yaitu Sanggar Candi Busono Balongdowo yang berdiri sudah sejak tahun 1957," ungkapnya, Selasa (18/7/2023).

Hadi Sanadi (70), pemuka kepercayaan Sapta Darma Kabupaten Sidoarjo.Hadi Sanadi (70), pemuka kepercayaan Sapta Darma Kabupaten Sidoarjo.

Rangkaian perayaan Hari Raya Suro ini bagi penganut Sapta Darma dilakukan dengan syukuran berupa tumpengan, wayangan, memperbanyak sujud secara bersama di sanggar, serta pembacaan sambutan dari Tuntunan Agung dari Yogyakarta yang disampaikan kepada para warga Sapta Darma.

Hadi menjelaskan secara singkat mengenai Sapta Darma sebagai sebuah wahyu dari Tuhan yang diterima oleh Bapa Panuntun Agung Sri Gutama Hardjosapura pada dini hari, Jumat 27 Desember 1952 di Pare-Kediri.

Inti sari dari ajaran Sapta Darma, menurut penjelasan Hadi adalah pada sujud, wewarah tujuh, dan sesanti/semboyan.

"Warga Sapta Darma harus menjalankan kewajiban antara lain sujud sehari sekali, baik secara individu di tempat masing-masing maupun secara bersama di sanggar. Sujud dilakukan dengan sikap duduk menghadap ke timur sambil mata terpejam beralaskan kain mori berukuran satu meter persegi yang direntangkan dengan posisi ketupat, tangan bersedekap membentuk simpul pada dada, lengan kanan menutupi lengan kiri. Sedangkan kedua kaki bersila dengan kaki kanan berada di atas," jelasnya.

Baca Juga: Ahli Waris Pekerja Rentan di Sidoarjo Terima Santunan JKM Rp42 Juta

Kewajiban selanjutnya yang harus dilakukan oleh warga Sapta Darma adalah menjalankan wewarah 7, yaitu setia dan tawakal kepada Pancasila Allah, yaitu bahwa Tuhan mempunyai lima sifat luhur yang mutlak. Bersedia menjalankan peraturan perundang-undangan yang berlaku di negara, turut serta membela nusa dan bangsa, menolong siapa saja tanpa pamrih.

Selain itu, berani hidup berdasarkan kekuatan dan kepercayaan diri sendiri, bersikap susila dan berbudi pekerti dalam lingkungan keluarga dan masyarakat serta meyakini bahwa dunia tidak abadi dan selalu berubah.

Hadi melanjutkan penjelasan, bahwa selain sujud dan wewarah 7, ada pula sesanti atau semboyan yang harus dipegang teguh setiap warga Sapta Darma, yaitu "Ing ngendi bae, marang sapa bae, warga Sapta Darma kudu suminar pindha baskara". 

Semboyan itu bermakna, dimana saja dan kepada siapa saja warga Sapta Darma harus berlaku baik dan senantiasa jadi penerang bagi sesama layaknya surya atas dasar pada kebaikan berjiwa besar dengan keluhuran budi untuk menjadi manfaat bagi sekitar.

Baca Juga: Wabup Sidoarjo Mimik Idayana Raih Gelar Sarjana, Janji Benahi Birokrasi

Hadi berharap di Hari Raya Suro ini, para warga Sapta Darma mempunyai hati yang bersih, tidak mengulang segala kesalahan.

"Sabar dalam menghadapi kehidupan dengan selalu taat pada kewajiban sebagai warga Sapta Darma," pungkasnya.

 

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.