Senin, 15 Jun 2026 13:11 WIB

Imigran di Rusun Puspa Agro Tolak Penghuni Baru

Puluhan penghuni aparna Puspa Agro saat menolak imigran baru dari Rudenmi/Foto: Arry Saputra
Puluhan penghuni aparna Puspa Agro saat menolak imigran baru dari Rudenmi/Foto: Arry Saputra

jatimnow.com – Ratusan imigran yang selama ini menghuni rumah susun (rusun) Puspa Agro, Taman, Sidoarjo menolak pemindahan 64 imigran dari Rumah Detensi Imigrasi (Rudenmi) Surabaya yang selama ini tinggal di Bangil, Jumat (24/8/2018).

Rencananya, 64 imigran itu akan dipindahkan ke Rusun Puspa Agro. Meraka rata-rata berasal dari Afghanistan, Sudan, Ethiopia, Sri Lanka, Syiria, Myanmar dan Pakistan.

Baca Juga: Karyawan BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo Gotong Royong Tanam Pucuk Merah

Alasan para imigran penghuni lama di Aparna Puspa Agro itu menolak pendatang baru karena jumlah kamar kosong dinilai tidak mampu menampung orang lagi.

"Sekarang saya dengan rekan saya sudah berhimpitan. Saya tidur di kamar dan teman saya di ruang tamu. Jika ditambah satu orang lagi, mau ditaruh dimana,” kata salah satu penghuni Aparna Puspa Agro, Muhammad Ali kepada wartawan.

Ali mengatakan bahwa saat ini dirinya dan beberapa imigran lainnya menginginkan kepastian dari pihak UNHCR untuk segera dipindahkan ke negara ketiga.

"Kapan kita beserta rekan-rekan yang lain diberangkatkan ke negara ketiga? Hanya janji-janji saja,” ucap imigran asal Afghanistan itu.

Saat aksi penolakan itu, para imigran yang menolak sempat menghadang dan tidak memperbolehkan imigran baru memasuki apartemen. Petugas keamanan yang berada di lokasi, juga berusaha melakukan mediasi atas perselisihan tersebut. 

Sikap serupa juga diutarakan Khalilullah, imigran yang senasib dengan Muhammad Ali ini juga berkeinginan untuk segera dipindahkan. ‎Ia takut karena beberapa penghuni mengalami stres berat karena tidak bisa bekerja.

Baca Juga: Ahli Waris Pekerja Rentan di Sidoarjo Terima Santunan JKM Rp42 Juta

"Kami selama 24 jam hanya duduk di kamar malas-malasan. Kami bisa stres kalau seperti itu terus-menerus," keluhnya.

‎Pasca adanya penolakan, ada 3 orang mengalami luka memar yang diduga akibat adannya aksi saling dorong. Sebanyak 64 pengungsi baru sampai saat ini diketahui masih belum bisa menempati rusun yang telah dihuni sebanyak 340 pengungsi dari beberapa negara tersebut.

 

Reporter: Arry Saputra

Baca Juga: Imigrasi Siapkan Corridor Gate, Jemaah Haji Surabaya Langsung Pulang

Editor: Arif Ardianto

 

 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.