Jumat, 19 Jun 2026 23:45 WIB

Tretes Prigen Curah Hujan Tinggi karena Gelombang Rossby dan MJO, Waspada Rek!

Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Kabupaten Pasuruan, Suwarto. (Foto: Ahaddiini HM for jatimnow.com)
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Kabupaten Pasuruan, Suwarto. (Foto: Ahaddiini HM for jatimnow.com)

jatimnow.com - Cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini terjadi akibat beberapa faktor. Diantaranya karena gelombang Rossby dan madden julian oscillation (MJO). Inilah yang menyebabkan daerah Tretes, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan curah hujannya tinggi.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Pasuruan menerangkan bahwa musim kemarau dimulai pada bulan Juli dengan puncak kemarau di bulan Juli-Agustus.

Baca Juga: Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Kab. Pasuruan, Suwarto menjelaskan faktor yang menyebab tidak menentunya cuaca dengan turunnya hujan saat musim kemarau.

"Ada fenomena dinamika cuaca yang berbeda, beberapa hari kemarin turun hujan cukup lebat. Ini karena anomali dinamika atmosfer yang terjadi sekarang ini," ungkap Suwarto, Senin (17/7/23).

Menurut perhitungan dan penilaian BMKG Kabupaten Pasuruan dan BMKG Pusat, hal ini terjadi karena adanya gelombang Rossby dan madden julian oscillation (MJO). Yaitu ada perbedaan suhu di timur Afrika, Samudera Hindia dan Indonesia yang kemudian berpengaruh ke Samudera Pasifik.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Karena perbedaan suhu inilah kemudian menyebabkan awan bergerak. Dari samudera Hindia bergerak ke Indonesia, sehingga menyebabkan munculnya awan-awan yang menyebabkan intensitas dan curah hujan di Indonesia.

Suwarto memaparkan bahwa fenomena ini sebenarnya berlangsung secara periodik dan akan berulang sehingga menyebabkan dinamika cuaca baik wilayah regional ataupun lokal, yang mempengaruhi suhu, angin dan pertumbuhan awan.

Baca Juga: BMKG Ungkap Lima Daerah di Jatim Diintai Hujan Petir, Gresik Waspada Ganda

"Keadaan seperti ini diperkirakan akan berkurangnya hujan dalam minggu ini. Perkiraan dasarian atau 10 hari, sampai tanggal 20, dan di tanggal 21 curah dan intensitas hujan akan berkurang secara minimal. Kemarau akan terjadi hingga nanti puncaknya di Agustus dan perkiraan musim hujan di bulan Oktober-November atau bahkan Desember tergantung dengan lokasi yang ada," papar dia.

Khusus Kabupaten Pasuruan yang memiliki topografi tinggi, seperti Tretes Kecamatan Prigen, Suwarto menyampaikan bahwa wilayah tersebut akan mempunyai curah hujan yang lebih tinggi serta intensitas dan hari hujan yang lebih banyak karena awan terhalang oleh gunung.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.