Senin, 15 Jun 2026 11:47 WIB

Ingin Pelihara Reptil, Kenali Dulu Jenis Hewan dan Bahaya Racunnya

Choky Dhika Prasetya koordinator komunitas reptil Blackpattern Reptile Regional Jawa Timur, memberikan edukasi bagaimana memelihara reptil di rumah. (Foto : Ahaddiini HM/jatimnow.com)
Choky Dhika Prasetya koordinator komunitas reptil Blackpattern Reptile Regional Jawa Timur, memberikan edukasi bagaimana memelihara reptil di rumah. (Foto : Ahaddiini HM/jatimnow.com)

jatimnow.com - Reptil, dengan beragam bentuk dan jenisnya menarik minat banyak orang untuk menjadikan sebagai hewan peliharaan di rumah. Bahkan tanpa perduli, hewan tersebut berbisa atau tidak.

Choky Dhika Prasetya (37) warga Bluru Permai, Kabupaten Sidoarjo mengaku, sudah sejak 2012 lalu menggemari hewan jenis ini. Choky juga bergabung dalam komunitas reptil Blackpattern Reptile Regional Jawa Timur dan menduduki posisi koordinator.

Baca Juga: Karyawan BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo Gotong Royong Tanam Pucuk Merah

Jenis reptil yang dipelihara Choky adalah iguana, piton, kura-kura, dan beberapa jenis lainnya secara legal sebanyak 50 ekor lebih.

Beberapa jenis reptil (Choky for jatimnow.com)Beberapa jenis reptil (Choky for jatimnow.com)

Untuk menangani reptil yang berbahaya dan memiliki racun, Choky menjelaskan cara mengatasinya.

“Sebelumnya, perlu edukasi mengenai jenis reptil. Apakah reptil tersebut beracun atau tidak. Tidak disarankan untuk memegang, menggendong ataupun menimang jenis reptile yang berbisa, seperti ular King Cobra, bungarus (weling/welang), albolabris (ular hijau ekor merah) ataupun jenis lizard (kadal) yang mempunyai bisa dan bakteri mematikan, contohnya komodo di Indonesia dan Gilamonster di Amerika," ungkapnya.

Baca Juga: Ahli Waris Pekerja Rentan di Sidoarjo Terima Santunan JKM Rp42 Juta

Choky menjelaskan untuk hewan peliharaan tidak boleh diperjualbelikan bebas,

"Sesuai dengan peraturan perundang-undangan, harus dipastikan hewan yang kita pelihara tidak berstatus hewan dilindungi atau terancam punah. Penting untuk kita ketahui pula mengenai jenis makanan, suhu ruangan seperti habitat asli mereka agar sehat untuk dikembangbiakkan," ujarnya.

Choky juga berpesan kepada para pecinta reptil untuk mengerti jenis-jenis reptil yang dipelihara agar dapat mengedukasi lingkungan sekitar mengenai reptil yang berbahaya atau tidak.

Baca Juga: Wabup Sidoarjo Mimik Idayana Raih Gelar Sarjana, Janji Benahi Birokrasi

Choky berharap dengan makin bertambahnya para pecinta reptil, semoga semakin banyak pula peminat dalam mengembangbiakkan jenis reptil yang mulai langka agar hewan ini terselamatkan dari kepunahan sebagai warisan anak cucu kelak.

 

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.