Kamis, 18 Jun 2026 05:48 WIB

Produksi Gula Kelapa Tradisional Dusun Kepel Jember Menurun Akibat Perubahan Cuaca

Produksi tradisional gula kepala milik Nurwahid.(Foto: Ahaddiini HM/JatimNow)
Produksi tradisional gula kepala milik Nurwahid.(Foto: Ahaddiini HM/JatimNow)

jatimnow.com - Dusun Kepel dikenal sebagai sentra pembuatan gula kelapa. Sayangnya, seiring berjalannya waktu pembuat gula kelapa semakin berkurang, terlebih ketika cuaca sedang tidak menentu.

Dusun Kepel terletak di Desa Lojejer Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember dipenuhi dengan kebun pohon kelapa. Mayoritas penduduknya adalah petani. Dari sinilah gula merah berkualitas diproduksi secara tradisional.

Baca Juga: Warga Mayang Jember Syok Temukan Kerangka Manusia Saat Panen Singkong

Sekretaris Desa (Sekdes) Lohjejer, Narso (54) menjelaskan, bahwa Dusun Kepel memang merupakan sentra pembuatan gula dari pohon kelapa.

"Namun seiring berjalannya waktu pembuat gula kelapa atau gula merah semakin berkurang, terlebih ketika cuaca sedang tidak menentu seperti sekarang ini," tuturnya.

Ditemui secara langsung, salah satu pembuat gula kelapa atau gula merah tradisional di Dusun Kepel yang masih bertahan Nurwahid (49), menjelaskan mengenai adanya pengaruh cuaca yang mengakibatkan surutnya nira yang menyebabkan produksi gula merah menurun.

"Pengaruh cuaca dengan angin yang kencang menyebabkan air nira pohon kelapa surut, sehingga produksi menurun. Biasanya kalau cuaca baik kita mampu memproduksi 11 kilo, sekarang hanya mampu 8 kilo di setiap harinya dengan harga jual Rp.13.500 per kilogram ke tengkulak," jelasnya, Rabu (12/7/2023)

Meski keadaan cuaca yang tidak menentu, Nurwahid tetap memanjat 20 buah pohon kelapa setiap harinya.

Baca Juga: Tidur di Pos Ronda, Motor Warga Digasak Maling di Bangsalsari Jember

Berlanjut pada produksi gula merah yang membutuhkan waktu minimal 5 jam pada proses pembuatan gula merah secara tradisional. Mulai dari memasak larutan nira dengan campuran bahan lain hingga larutan siap dicetak.

Untuk mempertahankan usaha tradisional secara turun-temurun ini, Nurwahid memiliki metode sederhana. Ini ia diterapkan untuk menjaga kualitas gula merah buatannya.

"Metode sederhana yang selalu saya terapkan untuk menjaga kualitas gula merah adalah selalu menjaga kebersihan tempat penampung nira sebagai bahan utama pembuatan gula merah dengan telaten agar dapat bertahan sampai 1 tahun," ungkapnya.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Harapan Nurwahid untuk produksi gula merah tradisional adalah meningkatnya harga gula merah dari harga sekarang yang tergolong sangat rendah.

Ia juga berharap perhatian dari Pemerintah Kabupaten Jember dan pihak terkait untuk memberikan pembinaan dan bantuan tanpa syarat yang rumit yang memberatkan pelaku usaha.

Dokumentasi 

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.