Rabu, 17 Jun 2026 22:08 WIB

5 Terduga Sindikat Penjualan Ginjal Internasional Ditangkap Petugas Imigrasi Ponorogo

Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Ponorogo tangkap sindikat penjualan ginjal. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Ponorogo tangkap sindikat penjualan ginjal. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow - Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Ponorogo menangkap 5 terduga pelaku sindikat penjualan organ dalam ginjal internasional. Kelima pelaku itu adalah MM (29), SH (23), WI (34), AT (24), dan IS (30).

“Domisilinya luar Ponorogo semua untuk terduga pelaku,” ujar Kadiv Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Jatim, Hendro Tri Prasetyo, Kamis (6/7/2023)

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Hendro menyebutkan mereka ditangkap, Selasa (4/7/2023) kemarin. Terungkapnya kasus ini berawal dari MM (29) warga Sidoarjo dan SH (23) warga Tangerang Selatan, mengajukan permohonan pembuatan Pasport.

“MM dan SH mengajukan permohonan melalui aplikasi paspor online. Permohonannya adalah untuk berlibur ke negeri jiran, Malaysia,” kata Hendro,

Saat dilakukan sesi wawancara, petugas merasa curiga. Apalagi kedua orang itu dilihat provelingnya tak menyakinkan. Secara sekilas petugas tidak percaya mereka akan berlibur ke Malaysia.

“Hingga mereka mengaku membelokkan negara tujuan yang awalnya ke Malaysia menjadi ke negara Kamboja. Itu kami semakin curiga,” tegas Hendro.

Sampai salah satunya mengaku bakal menjadi pendonor ginjal. Masing-masing diberi imbalan setelah donor ginjal sebesar Rp 150 juta.

“Mereka, tak sendiri ketika ke Ponorogo. Keduanya diantarkan oleh tiga pelaku lainnya. Adalah WW (34) asal Bogor, AT (24) asal Jakarta dan IS (30) asal Kabupaten Mojokerto,” tegasnya.

Menurutnya, petugas bergerak cepat. Setelah pengakuan dua orang itu, petugas mengejar 3 orang yang mengantarkan. Mereka 3 orang menunggu di Taman sekitar Jeruksing Ponorogo.

Baca Juga: Imigrasi Siapkan Corridor Gate, Jemaah Haji Surabaya Langsung Pulang

Fakta lain terkuak perihal pembongkaran sindikat penjualan ginjal internasional. Adalah WI (34) asal Bogor pernah akan menjual ginjal di Kamboja,

“WI berperan sebagai perekrut. WI menjanjikan imbalan hingga Rp 150 juta rupiah per orang,” ujar kepala kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Ponorogo, Yanto.

Bahkan, lanjut Yanto, WI sempat berangkat ke Kamboja untuk menjual ginjalnya. Hal itu berdasarkan keterangan WI terhadap petugas kantor imigrasi kelas II Non TPI Ponorogo,

"WI sempat berada di sebuah Laboratorium di Phnom Penh namun gagal diambil ginjalnya karena ada masalah kesehatan," urai Yanto.

Karena itu, dia kembali dari Kamboja. WI direkrut dan dipekerjakan oleh sindikat perdagangan ginjal yang ada di Bekasi. Dia menyebutkan berdasarkan pengakuan WI msudah pernah Saya datang di basecamp di Bekasi

Baca Juga: WNA India Ditangkap di Sidoarjo, Diduga Telantarkan Anak Kandung

“Untuk MM dan SH yang mau mendonorkan ginjal itu pengakuannya tahu dari website. Sehingga mereka tertarik,”tegasnya

Kecurigaan awal, MM dan SH, mereka mengajukannya malah ke Ponorogo. Padahal domisili dan alamat mereka bukan Ponorogo

Dari situ, jelas dia, menjadi atensi. Kenapa keduanya mencari Pasport di Kabupaten Ponorogo dibanding kota asal sendiri-sendiri.

“Akhirnya saat mereka dilakukan wawancara saat di kantor Imigrasi Ponorogo juga tidak menyakinkan bahwa akan berlibur ke Malaysia. Akhirnya mengaku ke Kamboja,” pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.