Senin, 15 Jun 2026 11:09 WIB

Manis-Pedas Sego Tabokan Hasyim, Kuliner Malam Sidoarjo yang Eksis Hingga 20 Tahun

  • Penulis : Haryo Agus
  • | Senin, 03 Jul 2023 12:10 WIB
Suasan warung sego tabokan Hasyim. (Foto: Haryo Agus /jatimnow.com)
Suasan warung sego tabokan Hasyim. (Foto: Haryo Agus /jatimnow.com)

jatimnow.com - Sego tabokan mungkin sudah tidak asing lagi bagi warga Jawa Timur, terkhusus Sidoarjo. Nasi yang disuguhkan panas-panas dilengkapi dengan lauk lento dan tempe goreng ini disajikan dengan sambel yang pedas.

Disuguhkan secara sederhana, sehingga sering menjadi pilihan ketika lapar melanda di malam hari. Nasi tersebut bisa dijumpai di warung sego tabokan Mas Hasyim, sebuah warung yang hanya menjual nasi tersebut.

Baca Juga: Karyawan BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo Gotong Royong Tanam Pucuk Merah

Lokasinya mudah untuk dijumpai, berada di Desa Saimbang, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo. Buka dari jam 20.00 hingga 04.00 WIB, atau sampai habis.

Lauk pauk sederhana yang dimaksud karena seporsi sego tabokan hanya terdiri terdiri lento, tempe goreng dan sambal. Namun, pengunjung juga bisa memesan lauk tambahan seperti telur dadar, ayam, krupuk dan lauk lainnya.

Sego tabokan khas Mas Hasyim (Foto: Haryo Agus).Sego tabokan khas Mas Hasyim (Foto: Haryo Agus).

Meskipun sederhana, sego tabokan disajikan secara fresh, alias disajikan saat pengunjung memesan. Ditambah lagi, harganya yang bikin kantong semakin ringan. Hanya Rp 6.000 satu porsi. Tentu berbeda jika tambah lauk pauk tentunya.

Warung satu ini sudah menghidupi tiga generasi. Warung yang masih menjadi sumber ekonomi keluarga secara turun temurun, yakni 20 tahun. "Warung ini dulu yang pertama buka mbah saya. Di samping rumah situ warungnya. Sekitar 20 tahun yang lalu, saya lupa tepatnya," ungkapnya.

Selain pengunjung lokal, warung ini juga memiliki pecinta dari luar kota. Bahkan, yang datang banyak yang memakai mobil. Dalam satu hari, ia bisa menghabiskan 30-50 kilogram beras. Yang menjadi ciri khas sego tabokan ini, yakni lauk lento dan sambel tempe.

Baca Juga: Ahli Waris Pekerja Rentan di Sidoarjo Terima Santunan JKM Rp42 Juta

Salah satu pengunjung bernama Wahyu memberikan alasan seringnya ia menikmati sego tabokan. "Sego tabokan ini yang enak ya lentonya. Sangat pas jika dimakan dengan sambel tempenya. Apalagi harganya juga murah. Jadi aman di tanggal tua," ujaranya sambil tertawa kecil.

Lauk lento terbuat dari kacang kedelai atau warga sekitar menyebutnya kacang lento yang diuleg dengan bumbu rempah-rempah, lalu digoreng hingga kecoklatan. Sedangkan, sambel tempe terbuat dari cabai, bawang putih, bawang merah, kecap, dan pastinya tempe yang masih panas.

Sego tabokan akan terasa mantab jika disajikan ketika semuanya masih hangat. Di warung sego tabokan legendaris ini ada 2 pilihan menu sego tabokan, yakni sego tabokan biasa (hanya nasi, tempe, lento, dan sambel tempe) dan juga ada pilihan dengan tambahan sayur lodeh.

Waktu mecicipi kuliner sego tabokan ini, rasanya sungguh beragam. Rasa lento yang gurih dan renyah ditambah baluran sambel tempe dengan rasa pedas, gurih, dan ada rasa manis dari kecapnya.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

Sungguh kuliner ini sangat menggugah selera makan ketika sudah melihatnya. Apalagi ketika memesan porsi spesial. Sego tabokan spesial di warung legendaris ini ditambah dengan sayur lodeh dengan cita rasa khasnya. Menambah gairah makan penikmatnya.
Mungkin banyak yang bertanya-tanya terkait penamaan sego tabokan ini. Namun, tidak ada yang tahu pasti sejaka kapan dan siapa yang menamakan kuliner yang satu ini. Bahkan Hasyim sang pemilik warung legendari yang sudah buka lebih dari 20 tahun pun tak mengetahui secara pasti darimana nama sego tabokan berasal.

"Saya juga kurang tau ya mas, soalnya dari mbah dulu juga namanya sudah sego tabokan" jelasnya.

Bagi warga Sidoarjo ataupun di sekitar Sidoarjo, sego tabokan bisa menjadi solusi ketika lapar sudah melanda di malam hari.

 

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.