Senin, 22 Jun 2026 20:58 WIB

Balita Ponorogo Idap Tumor Mata karena Lama Menangis? Ini Penjelasan Dokter RSUD dr Harjono

Dokter spesialis RSUD dr Harjono Ponorogo, dr. Dessira Rizka Tri Ariany, Sp.M. (Foto: Dessira for jatimnow.com)
Dokter spesialis RSUD dr Harjono Ponorogo, dr. Dessira Rizka Tri Ariany, Sp.M. (Foto: Dessira for jatimnow.com)

jatimnow.com - Balita asal Ponorogo bernama Muhammad Dimas Alfahri menderita tumor mata. Keluarga menyebutnya tumor itu ada setelah balita 2,5 tahun itu menangis tanpa henti. Benarkah demikian?

Dokter spesialis mata Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Harjono Ponorogo, dr. Dessira Rizka Tri Ariany, Sp.M menegaskan bahwa menangis tidak menyebabkan tumor mata.

Baca Juga: Satu Abad Gontor: Wamenag Puji Peran Pesantren Cetak Generasi Mendunia

"Tumor mata atau bahasa ilmiahnya adalah Rhabdomyosarcoma memang terjadi sangat cepat,” ujar dr Dessira kepada jatimnow.com, Selasa (13/6/2023).

Dia mengaku memang memeriksa Dimas saat di RSUD dr Harjono. Dia mengaku bahwa dari keterangan keluarga kondisi mata Dimas sudah terjadi sebulan terakhir.

Dia sudah mencurigai bahwa tumor ganas. Bisa jadi keganasan pada jaringan otot. Kasus Rhabdomyosarcoma 90 persen terjadi pada anak-anak di bawah usia 17 tahun. Paling banyak terjadi pada anak usia 5-7 tahun.

Tumor mata, kata dia, sifatnya memang cepat serta mendadak. Dari tidak ada tumor, ada tumor kemudian menonjol itu memang cepat. Satu sampai dua bulan.

"Tumor mata atau Rhabdomyosarcoma kebanyakan karena kelainan genetik. Juga bisa karena faktor turunan,” terangnya.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Pihaknya pun telah merujuk Dimas ke RSU dr Soetomo Surabaya. Rujukan harus dilakukan karena alat yang dipunyai oleh RSUD dr Harjono tidak lengkap.

"Harus dilakukan CT Scan dan MRI. Jika benar menderita Rhabdomyosarcoma harus dilakukan kemoterapi dan radioterapi. Serta juga kombinasi dengan operasi,” jelasnya.

Menurutnya, yang bisa dilakukan orang tua lain adalah deteksi dini. Jika merasa ada yang tidak beres dengan mata buah hari, dia menganjurkan segera melakukan pemeriksaan.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

“Semakin cepat terdeteksi semakin besar harapan hidup. Rhabdomyosarcomaangka harapan hidup bertahan tinggi 90 persen. Asal segera ditemukan dan ditangani,” tegasnya.

Dessira mengaku kasus tumor mata pada anak juga baru pertama kali di Ponorogo.
"Penyakit Rhabdomyosarcoma sangat jarang. Ponorogo baru ini selama saya jadi dokter spesialis mata,” pungkasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.