Sabtu, 20 Jun 2026 10:53 WIB

Kuliner Unik Lamongan, Sambal Manuk Kowak Resep Legendaris Mbah Muntiah

Olahan Manuk Kowak Mbah Muntiah di Lamongan. (Foto-foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Olahan Manuk Kowak Mbah Muntiah di Lamongan. (Foto-foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kuliner Manuk Kowak bisa dijajal kala berkunjung ke Kabupaten Lamongan. Mendengar namanya saja sudah bikin penasaran. Namun jangan salah, soal rasa dan sensasi kuliner ini sangat nikmat.

Selain Manuk (burung) Kowak yang menjadi primadona, sambal asamnya juga menjadi jagoan di warung milik Mbah Muntiah (70) yang terletak di Desa Balun, Kecamatan Turi, Lamongan.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Manuk Kowak adalah burung liar yang banyak ditemukan di waktu-waktu ketika petani tambak mulai menguras air tambaknya untuk berganti menanam padi. Burung-burung ini biasanya memburu ikan-ikan yang ada di tambak warga.

Kuliner ini cukup langka. Kendati burung ini tidak dijual layaknya lauk lainya namun kuliner Manuk Kowak tidak diolah setiap hari.

"Kalau ada yang setor saja, nggak setiap hari. Burung ini biasanya didapat dari petani setempat," beber Mbah Muntiah, Senin (5/6/2023).

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Meski begitu, Mbah Muntiah mengaku telah membuka usaha sejak 30 tahun silam atau 1988. Maka, warga pun tak salah jika menyebut olehan Manuk Kowak Mbah Muntiah ini sebagai kuliner legendaris. Cara olahnya pun relatif sederhana.

"Burungnya itu dibersihkan untuk kemudian dimasak lalu digoreng. Nanti disajikan dengan bumbu sambal asam, pedas tidaknya tergantung permintaan," imbuhnya.

Untuk satu porsi sambal Burung Kowak ini, Mbah Muntiah menjualnya dengan harga Rp30 ribu. Harga itu sudah termasuk minum dan ambil nasi sepuasnya.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

Salah satu penikmat Manuk Kowak, Rokhmad mengaku bahwa sepintas tekstur rasa manuk kowak seperti daging bebek yang gurih dan sedikit alot serta berwarna kemerahan.

"Burung Kowak ini rasanya seperti bebek tapi dagingnya lebih banyak, bumbu dan rasanya maknyus," bebernya seusai menikmati kuliner sambal Manuk Kowak.



Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.