Kamis, 11 Jun 2026 08:38 WIB

Universitas Islam Lamongan Didemo Mahasiswa Buntut Dualisme Kepemimpinan

Ratusan mahasiswa Unisla saat mendemo pejabat kampus perihal polemik dualisme kepemimpinan (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Ratusan mahasiswa Unisla saat mendemo pejabat kampus perihal polemik dualisme kepemimpinan (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ratusan mahasiswa Universitas Islam Lamongan (Unisla) menggelar demo buntut dualisme kepemimpinan di kampus tersebut, Rabu (17/5/2023).

Mereka menuntut agar seluruh pihak terkait, yaitu pejabat internal kampus berbenah dan memberikan klarifikasi perihal polemik yang belakangan mencuat hingga memunculkan perselisihan.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Selain menolak dualisme, mahasiswa juga meminta agar pihak kampus terbuka soal dana pengembalian dana Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang sebelumnya berperkara.

Mereka juga mendesak agar persoalan di internal kampus bisa segera mereda dan mengadakan konferensi luar biasa (KLB) diikuti kedua belah pihak beserta mahasiswa.

"Kami mahasiswa menginginkan adanya penyelesaian terhadap masalah tersebut tanpa harus berlarut-larut dalam perebutan kekuasaan," ungkap Ketua BEM Unisla, Chelvin Akbar Putra Mandala dalam orasinya.

Dalam keterangan tertulis, aksi kedua dari mahasiswa ini menindaklanjuti aksi sebelumnya yang dinilai masih belum bisa menjawab keinginan mereka, di mana kedua belah pihak menolak ajakan audiensi dalam satu forum bersama mahasiswa.

Tak hanya itu, konflik internal juga disebut berdampak pada proses pembayaran administrasi mahasiswa, di mana masing-masing pihak mengeluarkan edaran pembayaran administrasi dengan nomor rekening berbeda.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

"Ada dua edaran perihal pembayaran administrasi mahasiswa. Setiap edaran terdapat nomor rekening yang berbeda pula," bunyi keterangan tertulis BEM Unisla.

Usai menyampaikan tuntutannya di depan kedua belah pihak, massa aksi kemudian meminta persetujuan digelarnya KLB beserta poin-poin tuntutan, seperti soal intervensi dan intimidasi kepada mahasiswa dan beberapa poin lainya.

"Kami akan tunggu 2x24 jam. Bila tidak ada kesepakatan kedua belah pihak, kami akan aksi kembali dengan massa yang lebih banyak," tegas Chelvin.

Baca Juga: Pastikan Kesehatan Hewan Kurban, Disnakeswan Lamongan Sidak Lapak di Pinggir Jalan

Selanjutnya massa aksi bergeser dengan memasang sepanduk bentuk protes ke pimpinan kampus di sejumlah titik di Unisla.

Sementara pimpinan kampus yang berkonflik terlihat masih teguh mempertahankan argumen soal kepemimpinan. Pihak Ir. Wardoyo menganggap keputusannya tepat dan sesuai hukum.

Di lain pihak, kubu Bambang Eko Muljono yang diwakili Pj Rektor Abdul Ghofur menyebut pihaknya yang benar, lantaran sesuai dengan statuta kampus dan regulasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.