Senin, 22 Jun 2026 05:40 WIB

Lamongan menjadi Langganan Banjir, Menko PMK Dorong Kurikulum Khusus Bagi Pelajar Terdampak

Menteri Kordinasi PMK, Muhajir Efendi ketika sesi wawancara usai menghadiri HKB 2023 di Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Menteri Kordinasi PMK, Muhajir Efendi ketika sesi wawancara usai menghadiri HKB 2023 di Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Menteri Kordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhajir Efendi mendorong penerapan kurikulum khusus bagi pelajar terdampak bencana.

Hal itu disampaikan Menko PMK saat menghadiri puncak acara Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2023 di Pendopo Kecamatan Karangbinangun, Lamongan, Selasa (16/5/2023).

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Ia menimbang bila kurikulum khusus tersebut harusnya bisa diterapkan utamanya di Lamongan, mengingat Lamongan menjadi daerah langganan banjir imbas luapan anak Sungai Bengawan Solo atua Sungai Bengawan Jero.

"Bencana bisa diperkecil risikonya dengan kesiapsiagaan semua pihak, harus ada penekanan pada kesiapannya," ungkap Muhajir Efendi, Selasa (16/5/2023).

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Lebih jauh, Menko PMK menyebut jika kawasan bantaran bengawan menjadi sangat riskan terhadap potensi bencana utamanya banjir. Maka kemudian, kata Muhajir, pihaknya mendorong diterapkan kurikulum khusus bagi pelajar terdampak.

"Kalau bicara bantaran sungai solo pasti banjir. Soal penanggulangan banjir. Mulai sejak pelajar kurikulumnya disesuaikan," katanya

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

Ia berharap bila kesadaran penanggulangan bencana harus dipupuk sejak dini. Anak-anak, beber Muhajir harus dibekali edukasi perihal kebencanaan dan penyebab bencana.

"Tanamkan mental kepada anak dan pemicu terjadinya bencana. Jangan sampai ada anak-anak nggak tau alat keselamatan banjir. Atau semisal membuang sampah dan tata cara hidup bersih," pungkasnya.

 
Editor : Aris Setyoadji
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.