Senin, 15 Jun 2026 20:19 WIB

Kurangi Kesan Angker, Tembok Pemakaman Umum Dipercantik dengan Mural

  • Penulis :
  • | Senin, 20 Agu 2018 08:50 WIB
Lukisan mural di tembok pemakaman umum di Tulungagung/Foto: Wandra R Putri
Lukisan mural di tembok pemakaman umum di Tulungagung/Foto: Wandra R Putri

jatimnow.com - Ribuan warga melakukan aksi lukis mural di tembok pemakaman umum Desa Ngujang Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung, Minggu (19/8/2018).

Aksi lukis mural ini digelar untuk mengenalkan wahana wisata Kera, yang banyak ditemui di lokasi pemakaman tersebut. Keberadaan kera di lokasi ini diharapkan bisa menarik perhatian pengunjung.

Baca Juga: Jambuluwuk Bromo Resmi Hadir, Ini Konsep dan Daya Tariknya

Lukisan mural ini mengambil tema peduli lingkungan alam dan satwa. Beberapa lukisan berisi pesan untuk menjaga kelestarian alam beserta satwanya.

Beberapa contoh ajakan untuk tidak mempekerjakan satwa seperti topeng monyet, aksi sirkus lumba-lumba juga ikut dikampanyekan melalui lukisan mural itu.

Rima, salah seorang peserta yang ikut melukis mural itu mengaku senang bisa berpartisipasi dalam aksi lukis mural ini. Selain bisa menyalurkan hobinya, lukisan mural ini juga bisa merubah kesan pemakaman yang biasanya suram dan menyeramkan, menjadi lebih indah dan berwarna.

"Dengan dilukis mural seperti ini, pemakaman akan lebih indah dan kesan menyeramkan bisa hilang," ujarnya.

Ribut Katenan, seorang penjaga makam di pemakaman desa itu menyambut positif adanya aksi lukisan mural itu. Selama ini, orang yang berkunjung ke pemakaman identik dengan berbagai hal yang negative, seperti mencari pesugihan atau ngalap berkah.

Baca Juga: Polres Tulungagung Intensifkan Patroli di Lokasi Objek Wisata

"Padahal di sini juga banyak kera dan bisa menjadi aset wisata yang menarik jika dikelola," ungkapnya.

Total kera yang berada di lokasi pemakaman ini mencapai ratusan ekor. Mereka sudah berada di sekitar lokasi pemakaman sejak ratusan tahun silam.

Dengan adanya lukisan mural ini, diharapkan bisa mendatangkan banyak pengunjung, untuk berwisata melihat kera. "Selama pengunjung memiliki niat baik, kera di sini tidak akan menggangu," pungkasnya.

 

Baca Juga: Foto: Gas LPG Napas Wisata Gili Trawangan

Reporter: Wanda R Putri

Editor: Arif Ardianto

 

 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.