Senin, 22 Jun 2026 17:07 WIB

Siswi SMPN 31 Surabaya Korban Pembunuhan, Selain Pintar Juga Berkepribadian Sederhana

Kepala SMPN 31 Surabaya, Agustina Susi Utami.(foto: Rama  Indra/jatimnow.com)
Kepala SMPN 31 Surabaya, Agustina Susi Utami.(foto: Rama Indra/jatimnow.com)

jatimnow.com - Tewasnya Nurdiyana (14), seorang siswi SMPN 31 Surabaya karena menjadi korban pembunuhan, membuat pihak sekolah kehilangan figur seorang siswi yang pintar dan berkepribadi sederhana.

Kepala SMPN 31 Surabaya, Agustina Susi Utami mengatakan, pihaknya turut berduka dan terpukul atas meninggalnya anak didiknya yang duduk dibangku kelas VIII ini. "Kami merasa kehilangan dan terpukul. Selama menimba ilmu di sekolah ini, dia (korban) merupakan siswi yang pintar dan berkepribadian sederhan," kata Kepala SMPN 31 Surabaya, Agustina ketika ditemui jatimnow.com, Rabu (10/5/2023) sore.

Baca Juga: Polres Madiun Ringkus Buron Pembunuhan Pemilik Warung di Saradan

Dijelaskan Agustina, ketika korban dikabarkan hilang oleh oleh keluarganya, pihak sekolah juga berusaha mencari dengan menyisir pencarian di kawasan Gudang Peluru Benteng, Kedung Cowek atau tempat korban ditemukan tewas.

"Setelah kami dapat informasi, lantas kami guru - guru bergerak mencari di lokasi yang disinyalir sebagai tempat terakhir keberadaan korban, namun tidak ditemukan," terangnya.

Upaya pencarian di tempat tersebut, lanjut Agustin, setelah mendapat informasi dari sahabat korban yang mengatakan bahwa terakhir sebelum dikabarkan hilang, korban berniat jogging, dan akan menemui pacarnya (Y).

"Korban pamitnya ke keluarga kerja kelompok, namun di dalam percakapan tertulisnya dengan sahabat korban, dia diketahui hendak jogging dan ketemuan dengan kekasihnya (Y) di Gudang Peluru," rinci Agustin.

Baca Juga: Kasus Pembunuhan Mertua di Blitar, Ini Motifnya

Dugaaan itu semakin kuat, karena sejak saaat itulah handphone korban didapati tidak aktif, tepat pukul 14.00 WIB. Dan sampai sebulan lamanya, ia menghilang serta tidak kunjung kembali ke rumah.

Sementara itu, selama tidak ada tanda - tanda kembalinya korban, dari pihak sekolah senantiasa mencari dan menguatkan keluarga korban.

"Orangtua korban, ketika belum diketemuakan jasad saat itu, Ibu korban beberapa kali datang ke sekolah dan menanyakan nasib dari akademik anaknya di sekolah," imbuhnya.

Baca Juga: Menantu Perempuan Habisi Mertuanya di Blitar

Untuk itu, setelah diketahui korban ditemukan tewas sabagai korban pembunuhan. Agustina berencana membuat progam pendampingan intensif kepada anak didiknya.

"Kita buat agenda sosialisasi bijak bermedsos dan turut mengundang pihak kepolisian terkait penyuluhan kenakalan remaja, sekaligus Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak (DPPPA)," pungkasnya.

Sekedar informasi, dari tewasnya siswi SMPN 31 Surabaya tersebut kepolisian telah mengamankan dua orang orang, yakni masing masing berinisial Y selaku pacar (mantan pacar korban) dan R teman dari pada Y.

Editor : Aris Setyoadji
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.