Minggu, 21 Jun 2026 01:55 WIB

Festival Ngunduh Kopi, Ajang Memerdekakan Petani dari Tengkulak

  • Penulis :
  • | Minggu, 19 Agu 2018 15:26 WIB
Wabu Banyuwangi saat di Festival Ngunduh Kopi (petik kopi) Pitu Telu/Foto: Istimewa
Wabu Banyuwangi saat di Festival Ngunduh Kopi (petik kopi) Pitu Telu/Foto: Istimewa

 

jatimnow.com - Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang ke-73 menjadi momentum petani kopi di Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, untuk merdeka dari tengkulak.

Baca Juga: Puluhan Barista di Blitar Ikuti Lomba Menyeduh Kopi Manual

Perlawanan terhadap tengkulak itu mereka tandai dengan menggelar Festival Ngunduh Kopi (petik kopi) Pitu Telu, di Dusun Lerek, Gombengsari, Minggu (19/8/2017). 

"Pitu Telu atau 73 merupakan tahun peringatan kemerdekaan negara Indonesia. 73 juga bermakna kemerdekaan bagi petani Gombengsari dari tengkulak," kata Yusuf Widiyatmoko, Wakil Bupati Banyuwangi, saat hadir dalam festival Ngunduh Kopi. 

Dengan mengangkat tema Pitu Telu yang sesuai dengan peringatan tahun kemerdekaan Indonesia itu, maka ini juga bermakna memerdekaan bagi para petani dari keberadaan tengkulak.

Yusuf mengatakan, tengkulak biasanya membeli kopi dari kebun rakyat seperti Gombengsari ini sangat murah. Padahal, apabila petani mau memproses kopi dengan lebih baik, harganya lebih mahal dan menguntungkan.

"Kami berharap dengan diselenggarakannya festival ini, kopi rakyat di Gombengsari lebih mandiri dan perekonomiannya meningkat," kata Yusuf. 

Dalam Ngunduh Kopi Pitu Telu itu, masyarakat diajak dan diedukasi cara mengolah kopi. Mulai dari memilih, menumbuk, menyangrai, hingga menyajikan kopi. 

"Lerek Gombengsari ini memilki perkebunan kopi rakyat yang menjadi andalan. Kami terus mendorong agar petani kopi di sini bisa lebih mandiri," kata Hendri Suhartono, Camat Kalipuro.

Saat ini Lerek memiliki brand kopi Lego (Lerek Gombengsari). Perlahan petani kopi di Gombengsari menghindari keberadaan tengkulak. Gombengsari memiliki perkebunan kopi rakyat sekitar 1.700 hektare. 

Baca Juga: PW Kopi, Pionir Kopi Premium Sumsel yang Kantongi Sertifikasi SNI

Saat ini di Gombengsari telah terdapat komunitas kopi Lego, yang mengajak dan mengedukasi agar petani terlepas dari tengkulak.

Hariono, pengusaha sekaligus Ketua Komunitas Kopi Lego, mengatakan, perlahan petani di sini tidak mau lagi menjual kopi ke tengkulak.

"Kami sudah tidak mau lagi menjual ke tengkulak. Kami menjual langsung ke buyer, seperti restoran, kafe-kafe, pengusaha kopi olahan," kata pria kelahiran Gombengsari tersebut.

Pria yang juga pemilik lahan sekaligus petani kopi itu mengatakan, di Kelurahan Gombengsari Banyuwangi, selama berpuluh-puluh tahun petani kopi rakyat terbelenggu oleh tengkulak.

"Apabila petani kopi mau bersusah payah sedikit, dengan mengolah kopi menjadi bubuk, keuntungan petani bisa 300 persen lebih," pungkasnya.

Baca Juga: Pasutri Asal Blitar Ini Sukses Buka Kafe Kopi Dari Dapur Rumahnya

 

Penulis/editor: Arif Ardianto

 

 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.